• Kamis, 4 Juni 2026

Isu Pajak Kapal Selat Malaka Dibantah, Ini Sikap Pemerintah Soal Kebebasan Navigasi Internasional

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Minggu, 26 April 2026 | 11:01 WIB
Aktivitas kapal di Selat Malaka tetap berjalan normal setelah pemerintah memastikan tidak ada kebijakan pajak baru bagi pelayaran internasional.  (Dok. Kreasi Dola AI)
Aktivitas kapal di Selat Malaka tetap berjalan normal setelah pemerintah memastikan tidak ada kebijakan pajak baru bagi pelayaran internasional. (Dok. Kreasi Dola AI)

THE BOTTOM LINE: 

  • Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan isu pajak kapal Selat Malaka bukan kebijakan serius pemerintah Indonesia.
  • Tidak ada kebijakan pemungutan pajak kapal di Selat Malaka meski sempat beredar spekulasi di publik
  • Menteri Keuangan menegaskan kabar pajak kapal Selat Malaka tidak benar dan bukan bagian kebijakan pemerintah.

BISNISNEWS.COM - Apakah benar Indonesia akan mengenakan pajak bagi kapal asing yang melintasi Selat Malaka?

Mengapa isu ini memicu kekhawatiran pelaku logistik dan perdagangan global terkait stabilitas jalur pelayaran internasional?

Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kabar rencana pajak kapal di Selat Malaka menjadi sorotan, mengingat jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan tersibuk dunia.

Baca Juga: OJK Ungkap Kondisi Likuiditas Valas Bank Indonesia Stabil di Tengah Tekanan Global dan Fluktuasi Rupiah

Ia memastikan Indonesia tidak memiliki rencana mengenakan tarif tersebut, sekaligus menegaskan kepatuhan pada hukum laut internasional.

Klarifikasi ini penting untuk menjaga kepercayaan global terhadap stabilitas kebijakan maritim Indonesia.

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada Rencana Pajak Kapal Selat Malaka

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah merencanakan pemungutan pajak terhadap kapal yang melintasi Selat Malaka.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Menkeu Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat Hadapi Tekanan Global dan Sentimen Pasar

Ia menyampaikan bahwa isu tersebut tidak berada dalam konteks kebijakan serius dan tidak pernah dibahas sebagai rencana resmi pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (25/04/2026) untuk meredam spekulasi yang berkembang di publik.

Klarifikasi Penting Jaga Kepercayaan Global Terhadap Jalur Perdagangan Strategis

Selat Malaka merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 80.000 kapal setiap tahun dengan kontribusi signifikan terhadap perdagangan global.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Gejolak Global, Strategi Bank Indonesia Jaga Stabilitas Nilai Tukar dan Ekonomi Nasional 2026

Isu pajak kapal sempat menimbulkan kekhawatiran pelaku industri logistik karena berpotensi meningkatkan biaya distribusi dan mengganggu rantai pasok internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini