• Kamis, 4 Juni 2026

Kas Negara Disebut Tinggal Rp120 Triliun, Menteri Keuangan Tegaskan APBN Masih Kuat dan Stabil

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB
Menkeu Purbaya mengatakan aktivitas perbankan nasional yang mendapat suntikan likuiditas Rp300 triliun dari pemerintah untuk dorong ekonomi. (Instagram.com @Menkeuri)
Menkeu Purbaya mengatakan aktivitas perbankan nasional yang mendapat suntikan likuiditas Rp300 triliun dari pemerintah untuk dorong ekonomi. (Instagram.com @Menkeuri)

THE BOTTOM LINE:

  • Kas negara bukan hanya Rp120 triliun, total Saldo Anggaran Lebih mencapai Rp420 triliun dan tetap aman untuk pembiayaan fiskal.
  • Pemerintah menyuntik Rp300 triliun ke perbankan untuk menjaga likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Dana ditempatkan fleksibel melalui deposito on call sehingga dapat ditarik sewaktu-waktu tanpa mengganggu stabilitas APBN

BISNISNEWS.COM - Apakah benar kas negara Indonesia menipis hingga hanya tersisa sebesar Rp120 triliun?

Mengapa pemerintah justru menyuntik ratusan triliun ke perbankan saat isu ini beredar luas di publik?

Klarifikasi Pemerintah Soal Isu Kas Negara Hanya Rp120 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa isu kas negara hanya tersisa Rp120 triliun tidak benar dan menyesatkan.

Baca Juga: Klarifikasi BGN Soal 19.000 Sapi Program Makan Bergizi Gratis dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Harga Pangan

Ia menyatakan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap memadai untuk menjalankan fungsi fiskal dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Tidak usah takut soal APBN, masih cukup, uang kita masih banyak,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Jumat.

Posisi Saldo Anggaran Lebih dan Fungsi dalam Kebijakan Fiskal

Purbaya menjelaskan angka Rp120 triliun merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih yang totalnya mencapai Rp420 triliun saat ini.

Baca Juga: Realisasi Investasi Hilirisasi 2026 Naik 8,2 Persen, Pemerataan Ekonomi Luar Jawa Semakin Terlihat Signifikan

Saldo Anggaran Lebih merupakan cadangan fiskal pemerintah yang disimpan dan dikelola untuk menjaga fleksibilitas pembiayaan negara.

Dana tersebut sebagian ditempatkan di Bank Indonesia sebagai instrumen pengelolaan kas negara yang aman dan likuid.

Strategi Injeksi Likuiditas untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sebesar Rp300 triliun dari Saldo Anggaran Lebih telah digunakan untuk menyuntik likuiditas ke sektor perbankan nasional.

Baca Juga: Sengketa CMNP Vs MNC Asia Holding Berakhir, Hakim Nyatakan Perbuatan Melawan Hukum dalam Transaksi Lama

Langkah ini bertujuan memperkuat fungsi intermediasi perbankan agar penyaluran kredit ke sektor riil dapat meningkat secara optimal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini