THE BOTTOM LINE:
- Sayembara Rp1 juta digelar Surya Utama untuk bantu polisi ungkap pelaku hoaks 750 dapur MBG.
- Laporan resmi ke Polda Metro Jaya memperkuat langkah hukum terhadap akun penyebar konten manipulatif.
- Pengalaman penjarahan 2025 jadi pemicu sikap tegas menghadapi hoaks digital yang berdampak nyata.
BISNISNEWS.COM - Apakah sayembara bisa menjadi cara efektif membongkar pelaku hoaks di era digital yang serba cepat ini?
Mengapa isu kepemilikan 750 dapur MBG bisa memicu dampak serius hingga trauma pribadi dan laporan hukum?
Sayembara Uang Tunai Jadi Strategi Ungkap Pelaku Hoaks Digital
Langkah tak biasa diambil Surya Utama dengan menggelar sayembara berhadiah Rp1 juta guna mengungkap pelaku penyebar hoaks terkait 750 dapur Makan Bergizi Gratis.
Anggota DPR RI dari Fraksi PAN itu menegaskan sayembara ini bertujuan membantu aparat penegak hukum mempercepat pengungkapan pelaku di ranah digital.
“Kalau ada yang bisa memberitahu dan memberikan data yang akurat, lengkap, hubungi saya, kalau terbukti saya kasih uang,” kata Uya Kuya di Kompleks Parlemen.
Laporan Resmi Ke Polda Metro Jaya Perkuat Upaya Hukum
Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/2746/IV/2026/SPKT pada Sabtu, 18 April 2026.
Laporan tersebut mencakup sejumlah akun media sosial yang mengunggah foto hasil editan disertai narasi bahwa Uya memiliki 750 dapur MBG.
Uya menegaskan langkah hukum ditempuh karena penyebaran konten tersebut dinilai menyesatkan publik dan merugikan secara pribadi maupun reputasi.
Trauma Penjarahan Jadi Latar Belakang Sikap Tegas Uya Kuya
Uya mengungkapkan pengalaman pahit penjarahan rumah pada Agustus 2025 menjadi alasan utama dirinya tidak lagi tinggal diam menghadapi hoaks.
Baca Juga: Ekspor Pupuk Indonesia Menguat, Produksi Surplus 7,8 Juta Ton Tarik Minat Negara Asia dan Australia
Ia menyebut insiden tersebut dipicu oleh penyebaran video lama yang dimanipulasi dan disebarkan secara masif dengan narasi menyesatkan.
Artikel Terkait
Terungkap Dugaan Korupsi Cukai Rokok, KPK Dalami Peran Pengusaha dan Oknum Bea Cukai Kemenkeu
Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Indonesia Negosiasi dengan Iran di Tengah Konflik Timur Tengah
Kasus Dana Nasabah BNI Selesai Lebih Cepat, Ini Pelajaran Penting Bagi Sistem Pengawasan Internal Perbankan
Selat Malaka Jalur Pelayaran Tersibuk Dunia, Ini Fakta Sejarah dan Peran Strategisnya Hingga Kini
Investasi Indonesia Awal 2026 Naik 7,2 Persen, Hilirisasi dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan Utama Pemerintah
Surplus Pupuk Dorong Ekspor Global, India Filipina Australia Mulai Ajukan Permintaan Impor Urea Nasional
Ekspor Pupuk Indonesia Menguat, Produksi Surplus 7,8 Juta Ton Tarik Minat Negara Asia dan Australia
Rekor Stok Beras 5 Juta Ton Indonesia 2026 Tanpa Impor Jadi Sorotan Ketahanan Pangan Nasional
Investasi Hilirisasi Tembus Rp147,5 Triliun Triwulan I 2026, Sektor Mineral Masih Mendominasi Pertumbuhan Nasional
Putusan PN Jakarta Pusat Kabulkan Gugatan CMNP, Hary Tanoesoedibjo Dihukum Bayar Ganti Rugi 28 Juta Dolar AS