THE BOTTOM LINE:
- Surplus pupuk nasional capai 1,5 juta ton, dorong peluang ekspor strategis tanpa ganggu kebutuhan petani dalam negeri.
- Permintaan impor dari India hingga Australia mencerminkan daya saing pupuk Indonesia di pasar global saat ini.
- Kebijakan harga gas 6 Dolar AS per MMBTU jadi faktor utama menjaga harga pupuk tetap kompetitif.
BISNISNEWS.COM - Apakah surplus pupuk nasional bisa menjadi peluang emas ekspor Indonesia di tengah ketahanan pangan global?
Mampukah strategi harga gas murah mendorong Indonesia menjadi pemain utama pasar pupuk dunia saat ini?
Surplus Produksi Pupuk Nasional Dorong Minat Impor Negara Mitra Global
Pemerintah mengungkapkan sejumlah negara mulai melirik pupuk urea Indonesia seiring kondisi produksi nasional yang mengalami surplus signifikan pada tahun ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan India, Filipina, hingga Australia telah menyampaikan minat impor pupuk dari Indonesia.
Menurut Airlangga Hartarto, posisi produksi nasional mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik hanya sekitar 6,3 juta ton sehingga menciptakan ruang ekspor.
Kondisi ini dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan devisa melalui ekspor pupuk.
Baca Juga: Penyitaan Kapal Touska Jadi Sorotan, Tiongkok Dorong Dialog Iran - AS untuk Redam Konflik Global
Kebijakan Harga Gas Kompetitif Perkuat Daya Saing Pupuk Indonesia Global
Airlangga Hartarto menjelaskan daya tarik pupuk Indonesia tidak terlepas dari kebijakan harga gas industri yang ditetapkan sekitar 6 Dolar AS per MMBTU.
Kebijakan tersebut menjaga biaya produksi tetap efisien sekaligus memastikan Harga Eceran Tertinggi pupuk di dalam negeri tetap terkendali.
Dengan struktur biaya yang kompetitif, pupuk Indonesia mampu bersaing di pasar global dibandingkan produk dari negara lain.
“Pupuk kita mengalami surplus sehingga beberapa negara, seperti India, Filipina, maupun Australia meminta kepada Indonesia,” ujar Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Kamis (23/4/2026).
Artikel Terkait
Proyek PLTS Nasional Digenjot, Pemerintah Targetkan Pengurangan Diesel Dan Tambahan Energi Surya Signifikan
Isu Akses Militer Asing di Udara Indonesia, DPR Tegaskan Pentingnya Mekanisme Resmi dan Kepentingan Nasional
Pemerintah Buka Peluang Kenaikan BBM Nonsubsidi, Ini Syarat dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia
Penyitaan Kapal Touska Jadi Sorotan, Tiongkok Dorong Dialog Iran - AS untuk Redam Konflik Global
Blok Ganal Kalimantan Timur Simpan 5 Tcf Gas Pemerintah Fokus Cari Sumber Energi Baru Nasional Kedepan
Indeks MSCI Indonesia Tetap Dibekukan, Reformasi Free Float Masih dalam Tahap Penilaian Mendalam Global
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Dipicu Geopolitik, DPR Desak Pemerintah Jelaskan Dampak dan Strategi Mitigasi
BNI Tuntaskan Pengembalian Dana Nasabah Rp28,26 Miliar, Ini Dampaknya Terhadap Kepercayaan Publik
Mengapa Selat Malaka Jadi Jalur Perdagangan Global Paling Vital dan Diperebutkan Sejak Berabad Lalu
Realisasi Investasi Indonesia Triwulan I 2026 Tembus Rp498,8 Triliun, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Nasional