• Kamis, 4 Juni 2026

Pemerintah Buka Peluang Kenaikan BBM Nonsubsidi, Ini Syarat dan Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Kamis, 23 April 2026 | 12:00 WIB
Perubahan harga BBM nonsubsidi menjadi perhatian utama masyarakat usia produktif di tengah tekanan ekonomi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Dok. Instagram @bahlillahadalia)
Perubahan harga BBM nonsubsidi menjadi perhatian utama masyarakat usia produktif di tengah tekanan ekonomi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Dok. Instagram @bahlillahadalia)

THE BOTTOM LINE:

  • Kebijakan harga BBM Indonesia kini semakin bergantung pada dinamika global dengan pendekatan fleksibel dan adaptif.
  • Lonjakan harga BBM nonsubsidi terjadi serentak April 2026 dengan kenaikan signifikan pada beberapa jenis bahan bakar.
  • Pemerintah menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan tekanan energi global melalui kebijakan subsidi selektif

BISNISNEWS.COM - Apakah kenaikan harga BBM nonsubsidi akan kembali terjadi dalam waktu dekat?

Bagaimana nasib harga BBM subsidi di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang masih dinamis saat ini?

Arah Kebijakan Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti Tren Minyak Dunia Global

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi akan mengikuti perkembangan harga minyak dunia yang masih fluktuatif hingga saat ini.

Baca Juga: Kedaulatan Udara Indonesia Dipertanyakan, Dudung Sebut Izin Militer Asing Harus Sesuai Hukum Internasional

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan di Jakarta, Senin (21/04/2026), bahwa keputusan kenaikan atau penurunan harga BBM nonsubsidi akan bergantung pada tren harga minyak global.

“Kalau harganya turun, ya tidak naik, tetapi kalau bertahan seperti sekarang, kemungkinan ada penyesuaian,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Lonjakan Harga BBM Nonsubsidi Sudah Terjadi Sejak April 2026

Penyesuaian tahap pertama harga BBM nonsubsidi telah dilakukan korporasi energi nasional melalui anak usaha distribusinya sejak Jumat (18/04/2026).

Baca Juga: Transisi Energi Indonesia Dipercepat, PLTS 100 Gigawatt Jadi Solusi Pengganti Pembangkit Diesel Nasional

Harga Pertamax Turbo melonjak dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, sementara Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter.

Adapun Pertamina Dex juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter sebagai dampak tekanan harga minyak global.

Harga BBM Subsidi Dipastikan Aman Hingga Akhir Tahun 2026

Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap stabil sepanjang tahun selama harga minyak mentah Indonesia atau ICP berada di bawah ambang batas tertentu.

Baca Juga: Forum Bisnis Indonesia - Amerika Serikat Bahas Strategi Fiskal dan Transformasi Ekonomi Menuju Negara Maju

Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik selama ICP berada di bawah 100 Dolar AS per barel.

Saat ini, rata-rata ICP periode Januari hingga 20 April 2026 berada di kisaran 76 Dolar AS per barel, sehingga masih aman dari tekanan kenaikan harga subsidi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini