• Kamis, 4 Juni 2026

Reformasi Regulasi Investasi Jadi Kunci, RI Targetkan Lonjakan Realisasi dan Dampak Ekonomi Lebih Besar

Photo Author
Banny Rachman, Bisnisnews.com
- Rabu, 22 April 2026 | 22:48 WIB
Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani melakukan benchmarking regulasi dengan OECD untuk meningkatkan kepercayaan investor internasional (Dok. Instagram @Rosanroeslani)
Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani melakukan benchmarking regulasi dengan OECD untuk meningkatkan kepercayaan investor internasional (Dok. Instagram @Rosanroeslani)

THE BOTTOM LINE:

  • Potensi investasi Jepang hampir 30 miliar Dolar AS dan Korea Selatan sekitar 10 miliar Dolar AS.
  • Realisasi investasi 2014–2024 Rp9.100 triliun meningkat target menjadi Rp13.000 triliun periode 2025–2029.
  • Presiden tekankan investasi harus menciptakan lapangan kerja berkualitas dan berkelanjutan

BISNISNEWS.COM - Apakah regulasi yang berbelit masih menjadi penghambat utama investasi di Indonesia saat peluang global terbuka lebar?

Mampukah langkah Presiden Prabowo memangkas aturan membawa lonjakan investasi sekaligus membuka lapangan kerja berkualitas?

Regulasi Investasi Indonesia Disorot Serius Demi Daya Saing Global

Presiden Prabowo Subianto meminta penyederhanaan regulasi investasi sebagai langkah strategis meningkatkan daya saing Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Baca Juga: Transformasi Ekonomi Indonesia Dipercepat, Bank Dunia dan IMF Beri Sinyal Dukungan Kuat untuk Reformasi

Arahan itu disampaikan kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dalam pertemuan di Istana Negara, Selasa (21/4/2026).

Rosan menyebut evaluasi menyasar izin teknis seperti Persetujuan Teknis yang dinilai berpotensi menghambat arus investasi masuk ke Indonesia.

“Pertek juga harus dievaluasi, jika menghambat, tidak perlu ada, jadi harus terus ditingkatkan,” ujar Rosan Perkasa Roeslani.

Baca Juga: Kelompok Anti Korupsi Soroti Tambang Emas Banyuwangi Terkait Zona Konservasi dan Dugaan Konflik Kepentingan

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah menyesuaikan standar regulasi Indonesia dengan praktik terbaik negara anggota OECD.

Target Investasi Rp13000 Triliun Dorong Reformasi Kebijakan Nasional

Pemerintah menargetkan lonjakan investasi signifikan dalam lima tahun ke depan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

Total investasi periode 2025–2029 ditargetkan melampaui Rp13.000 triliun, meningkat dari realisasi sekitar Rp9.100 triliun pada periode 2014–2024.

Baca Juga: Target Investasi Indonesia Rp13.000 Triliun Dinilai Realistis Didukung Minat Investor Global yang Masih Tinggi

Rosan menegaskan bahwa target ambisius tersebut membutuhkan reformasi kebijakan agar tidak terhambat oleh birokrasi yang kompleks.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini