Presiden menilai kecepatan eksekusi kebijakan menjadi faktor kunci dalam menarik minat investor global yang sensitif terhadap kepastian regulasi.
Benchmarking dengan negara ASEAN dan standar OECD akan menjadi acuan utama dalam penyederhanaan aturan investasi.
Investasi Jepang, Korea dan Tiongkok Tetap Tinggi dan Konsisten
Minat investor global terhadap Indonesia tetap kuat, tercermin dari komitmen investasi besar dari sejumlah negara mitra strategis.
Rosan mengungkapkan potensi investasi dari Jepang mendekati Dolar AS 30 miliar, sementara Korea Selatan sekitar Dolar AS 10 miliar.
Selain itu, investasi dari Tiongkok disebut tetap tinggi dan konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Data tersebut menunjukkan Indonesia masih menjadi destinasi menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Namun, pemerintah menilai potensi tersebut harus diimbangi dengan perbaikan regulasi agar realisasi investasi tidak terhambat.
Fokus Investasi Berkualitas untuk Serapan Tenaga Kerja Nasional
Presiden Prabowo menekankan bahwa investasi tidak hanya diukur dari nilai nominal, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat luas.
Baca Juga: Ketimpangan Ekonomi 2026 Menguat Saat Kekayaan 50 Orang Terkaya Setara 55 Juta Penduduk Nasional
Arah kebijakan difokuskan pada penciptaan lapangan kerja berkualitas yang mampu meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja Indonesia.
“Investasi yang masuk harus mampu mendorong penciptaan lapangan kerja yang tumbuh dengan baik, benar, dan berkualitas,” kata Rosan.
Pendekatan ini menandai pergeseran strategi dari sekadar mengejar angka investasi menuju kualitas investasi.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi nasional sekaligus mengurangi ketimpangan tenaga kerja.****
Artikel Terkait
Ketimpangan Ekonomi 2026 Menguat Saat Kekayaan 50 Orang Terkaya Setara 55 Juta Penduduk Nasional
Bantuan Pangan Serap Pasokan Minyakita, Ini Dampaknya Terhadap Harga dan Distribusi di Pasar Tradisional
Hungaria Siap Tangkap Benjamin Netanyahu Jika Masuk Negara, Ini Dampak Besar Kebijakan Baru Peter Magyar
Target Investasi Indonesia Rp13.000 Triliun Dinilai Realistis Didukung Minat Investor Global yang Masih Tinggi
Kelompok Anti Korupsi Soroti Tambang Emas Banyuwangi Terkait Zona Konservasi dan Dugaan Konflik Kepentingan
Transformasi Ekonomi Indonesia Dipercepat, Bank Dunia dan IMF Beri Sinyal Dukungan Kuat untuk Reformasi