• Kamis, 4 Juni 2026

Konflik Agraria Sawit Ketapang dan Jambi Kembali Memicu Sorotan Nasional Terhadap Tata Kelola Perkebunan

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Selasa, 26 Mei 2026 | 11:15 WIB
Aktivitas perkebunan sawit di Ketapang dan Jambi kembali menjadi perhatian setelah konflik agraria serta dugaan penyerobotan hutan lindung mencuat ke publik nasional. (Dok. Kreasi Dola AI)
Aktivitas perkebunan sawit di Ketapang dan Jambi kembali menjadi perhatian setelah konflik agraria serta dugaan penyerobotan hutan lindung mencuat ke publik nasional. (Dok. Kreasi Dola AI)

THE BOTTOM LINE:

  • Konflik agraria sawit di Ketapang dan Jambi kembali memicu sorotan terhadap pengawasan kawasan hutan nasional.
  • KPA menyebut sekitar 830 warga Bukit Bakar terdampak keterisolasian akibat sengketa akses jalan perkebunan sawit.
  • Dugaan penyerobotan hutan lindung mendorong desakan evaluasi tata kelola korporasi sawit dan penyelesaian konflik lahan.

BISNISNEWS.COM - Apakah konflik agraria sawit di Jambi dan Ketapang hanya sengketa lahan biasa atau sinyal lemahnya pengawasan kawasan hutan nasional?

Mengapa ratusan warga disebut terisolasi ketika industri sawit terus menjadi salah satu penopang ekonomi terbesar Indonesia saat ini?

Konflik Agraria Sawit Nasional Kembali Menjadi Sorotan Publik Luas

Konflik agraria yang melibatkan grup Sinar Mas kembali menjadi perhatian setelah dugaan penyerobotan hutan lindung muncul di Ketapang, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Siswi Makassar Gagal Paskibraka Meski Nilai Tinggi, Transparansi Seleksi Kini Jadi Sorotan Publik Nasional

Sorotan publik semakin besar setelah Konsorsium Pembaruan Agraria atau KPA melaporkan sekitar 830 warga Bukit Bakar, Jambi, terdampak keterisolasian akses jalan.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut aktivitas perkebunan sawit, akses masyarakat desa, hingga dugaan pelanggaran kawasan hutan lindung nasional.

Dalam laporan yang dipublikasikan Minggu (25/05/2026), KPA menyebut warga kesulitan menjalankan aktivitas ekonomi akibat terbatasnya jalur transportasi harian masyarakat.

Baca Juga: Startup Tiongkok Luncurkan Kalung AI Penerjemah Suara Kucing, Bisakah Teknologi Ini Memahami Emosi Hewan

Konflik agraria sawit juga kembali ramai dibahas karena sektor perkebunan masih menjadi tulang punggung ekspor dan investasi nasional Indonesia.

Warga Bukit Bakar Mengalami Hambatan Akses Aktivitas Ekonomi Harian

Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika, mengatakan sekitar 830 jiwa warga Bukit Bakar terdampak akibat konflik akses jalan bersama PT WKS.

Menurut Dewi Kartika, keterbatasan akses itu berdampak terhadap distribusi hasil pertanian, layanan kesehatan, dan mobilitas pendidikan masyarakat desa setempat.

Baca Juga: Prabowo Siapkan 400 Calon Pemimpin BUMN Lewat Program P3MD Untuk Perkuat Transformasi Korporasi Negara

KPA menilai pemerintah daerah perlu segera membuka ruang dialog agar konflik sosial tidak berkembang menjadi persoalan kemanusiaan berkepanjangan di lapangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini