• Kamis, 4 Juni 2026

Ekspor Pupuk Indonesia Menguat, Produksi Surplus 7,8 Juta Ton Tarik Minat Negara Asia dan Australia

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Jumat, 24 April 2026 | 07:00 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah memastikan ekspor pupuk tidak mengganggu pasokan bagi petani di seluruh Indonesia. (Facebook.com @Airlangga Hartarto)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah memastikan ekspor pupuk tidak mengganggu pasokan bagi petani di seluruh Indonesia. (Facebook.com @Airlangga Hartarto)

THE BOTTOM LINE:

  • Surplus pupuk nasional capai 1,5 juta ton, dorong peluang ekspor strategis tanpa ganggu kebutuhan petani dalam negeri.
  • Permintaan impor dari India hingga Australia mencerminkan daya saing pupuk Indonesia di pasar global saat ini.
  • Kebijakan harga gas 6 Dolar AS per MMBTU jadi faktor utama menjaga harga pupuk tetap kompetitif.

BISNISNEWS.COM - Apakah surplus pupuk nasional bisa menjadi peluang emas ekspor Indonesia di tengah ketahanan pangan global?

Mampukah strategi harga gas murah mendorong Indonesia menjadi pemain utama pasar pupuk dunia saat ini?

Surplus Produksi Pupuk Nasional Dorong Minat Impor Negara Mitra Global

Pemerintah mengungkapkan sejumlah negara mulai melirik pupuk urea Indonesia seiring kondisi produksi nasional yang mengalami surplus signifikan pada tahun ini.

Baca Juga: Realisasi Investasi Indonesia Triwulan I 2026 Tembus Rp498,8 Triliun, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan India, Filipina, hingga Australia telah menyampaikan minat impor pupuk dari Indonesia.

Menurut Airlangga Hartarto, posisi produksi nasional mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik hanya sekitar 6,3 juta ton sehingga menciptakan ruang ekspor.

Kondisi ini dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan devisa melalui ekspor pupuk.

Baca Juga: Penyitaan Kapal Touska Jadi Sorotan, Tiongkok Dorong Dialog Iran - AS untuk Redam Konflik Global

Kebijakan Harga Gas Kompetitif Perkuat Daya Saing Pupuk Indonesia Global

Airlangga Hartarto menjelaskan daya tarik pupuk Indonesia tidak terlepas dari kebijakan harga gas industri yang ditetapkan sekitar 6 Dolar AS per MMBTU.

Kebijakan tersebut menjaga biaya produksi tetap efisien sekaligus memastikan Harga Eceran Tertinggi pupuk di dalam negeri tetap terkendali.

Dengan struktur biaya yang kompetitif, pupuk Indonesia mampu bersaing di pasar global dibandingkan produk dari negara lain.

Baca Juga: Blok Ganal Kalimantan Timur Simpan 5 Tcf Gas Pemerintah Fokus Cari Sumber Energi Baru Nasional Kedepan

“Pupuk kita mengalami surplus sehingga beberapa negara, seperti India, Filipina, maupun Australia meminta kepada Indonesia,” ujar Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Kamis (23/4/2026).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini