• Kamis, 4 Juni 2026

Menkeu Purbaya Tegaskan Tidak Ada Ruang Inefisiensi Pajak dan Bea Cukai dalam Survival Mode Ekonomi Indonesia

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 25 April 2026 | 23:56 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa fokus menutup celah inefisiensi pajak dan bea cukai demi menjaga stabilitas fiskal nasional (Dok. Instagram @menkeuri)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa fokus menutup celah inefisiensi pajak dan bea cukai demi menjaga stabilitas fiskal nasional (Dok. Instagram @menkeuri)

THE BOTTOM LINE:

  • Pemerintah masuk survival mode dengan fokus menutup kebocoran penerimaan negara demi menjaga stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi.
  • Optimalisasi pajak dan kepabeanan jadi prioritas karena masih ditemukan celah inefisiensi yang menggerus pendapatan negara.
  • Kebijakan fiskal kini harus lebih disiplin, terukur, dan efektif tanpa ruang bagi program yang tidak berdampak nyata

BISNISNEWS.COM - Apakah kebocoran penerimaan negara masih jadi masalah laten yang menggerus fiskal Indonesia?

Mengapa pemerintah kini masuk “survival mode” dan menutup celah inefisiensi tanpa kompromi?

Strategi Survival Mode Pemerintah Tekan Kebocoran Penerimaan Negara Secara Sistematis

Pemerintah menegaskan langkah serius menutup celah inefisiensi ekonomi dengan fokus pada kebocoran penerimaan negara melalui optimalisasi sektor perpajakan dan kepabeanan.

Baca Juga: Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 di Tengah Tekanan Global, Seberapa Kuat Rupiah dan Stabilitas Keuangan Nasional

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan ini menjadi bagian dari strategi “survival mode” menghadapi tekanan global yang semakin kompleks.

“ Kita enggak boleh lagi membiarkan ruang-ruang inefficiency terjadi di perekonomian kita, apalagi kalau disengaja,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (25/04/2026).

Ia menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang bagi kebijakan yang tidak efektif karena seluruh instrumen fiskal harus bekerja maksimal menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7 Persen Kuartal II-2026, Pemerintah Siapkan Stimulus Hadapi Tekanan Harga Komoditas

Evaluasi Kinerja Pajak dan Bea Cukai Masih Sisakan Kebocoran

Purbaya mengakui Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah menunjukkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, ia menilai masih terdapat celah kebocoran yang tersebar di berbagai lini yang berpotensi mengurangi penerimaan negara secara signifikan.

“Walaupun udah maju ya, bea cukai dan pajak, tapi kita masih ada lihat kebocoran yang masih bisa ditutup,” jelasnya.

Baca Juga: Pemerintah Buka 116 Blok Migas Baru, Strategi Kejar Target Produksi Minyak Nasional 2026 Lebih Agresif

Langkah pengetatan ini menjadi krusial karena penerimaan negara merupakan tulang punggung pembiayaan program pembangunan dan stabilitas fiskal.

Kebijakan Fiskal Ketat Jadi Kunci Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Dalam kerangka survival mode, pemerintah menempatkan efektivitas kebijakan fiskal sebagai prioritas utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini