• Kamis, 4 Juni 2026

Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7 Persen Kuartal II-2026, Pemerintah Siapkan Stimulus Hadapi Tekanan Harga Komoditas

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 25 April 2026 | 11:29 WIB
Menkeu Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,7 persen pada kuartal II-2026 dengan strategi stimulus fiskal dan percepatan belanja negara (Dok. Instagram @menkeu)
Menkeu Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,7 persen pada kuartal II-2026 dengan strategi stimulus fiskal dan percepatan belanja negara (Dok. Instagram @menkeu)

THE BOTTOM LINE:

  • Kenaikan harga komoditas tidak otomatis menekan ekonomi, namun bergantung pada skala dampak terhadap aktivitas dan konsumsi masyarakat.
  • Risiko utama berasal dari kenaikan harga komoditas seperti CPO yang berpotensi menekan daya beli masyarakat.
  • Menkeu Purbaya proyeksikan ekonomi tumbuh 5,7 persen dengan dukungan kebijakan fiskal adaptif hingga akhir kuartal II-2026.

BISNISNEWS.COM - Apakah target pertumbuhan ekonomi 5,7 persen realistis di tengah tekanan harga komoditas global?

Mampukah stimulus fiskal pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong momentum ekonomi kuartal II-2026?

Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal Dua Dinilai Masih Realistis Tahun Ini

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 5,7 persen di tengah dinamika harga komoditas global yang fluktuatif.

Baca Juga: Pemerintah Buka 116 Blok Migas Baru, Strategi Kejar Target Produksi Minyak Nasional 2026 Lebih Agresif

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme tersebut dengan menekankan bahwa ruang dorongan ekonomi masih terbuka hingga akhir Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa perkembangan data April hingga Juni akan menjadi penentu arah kebijakan lanjutan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Purbaya, pemerintah akan terus memantau indikator ekonomi secara berkala untuk memastikan target pertumbuhan tetap berada pada jalur yang diharapkan.

Baca Juga: Likuiditas Valas Perbankan Masih Aman, OJK Pastikan Kebutuhan Nasabah Terpenuhi Tanpa Risiko Nilai Tukar

Kenaikan Harga Komoditas Global Jadi Faktor Risiko Ekonomi Domestik

Kenaikan harga komoditas global dinilai tidak otomatis memperlambat pertumbuhan ekonomi, namun dampaknya bergantung pada skala dan distribusi pengaruhnya terhadap masyarakat.

Purbaya menyoroti bahwa lonjakan harga minyak kelapa sawit atau CPO menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi secara serius oleh pemerintah.

Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menekan dampak negatif kenaikan harga tersebut terhadap ekonomi nasional.

Baca Juga: Pemerintah Bantah Isu Kas Negara Rp120 Triliun, Saldo Anggaran Lebih Capai Rp420 Triliun Tetap Aman

Menurutnya, stabilitas harga komoditas strategis menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara ekspor dan daya beli domestik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini