• Kamis, 4 Juni 2026

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 di Tengah Tekanan Global, Seberapa Kuat Rupiah dan Stabilitas Keuangan Nasional

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 25 April 2026 | 13:08 WIB
Bank Indonesia memperkuat intervensi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global yang meningkat signifikan (Dok. Google Maps @Gedung BI )
Bank Indonesia memperkuat intervensi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global yang meningkat signifikan (Dok. Google Maps @Gedung BI )

THE BOTTOM LINE:

  • Proyeksi ekonomi Indonesia 2026 tetap di kisaran 4,9-5,7 persen meski tekanan eksternal dan inflasi global meningkat
  • Bank Indonesia perkuat intervensi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan geopolitik meningkat signifikan
  • Rupiah sempat melemah di atas Rp17.300 per dolar AS sebelum kembali menguat pada akhir perdagangan.

BISNISNEWS.COM - Apakah stabilitas rupiah mampu bertahan di tengah tekanan global yang semakin intens dan tidak menentu saat ini?

Bagaimana langkah Bank Indonesia menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah ancaman inflasi dan gejolak geopolitik dunia?

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen dengan target inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen.

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7 Persen Kuartal II-2026, Pemerintah Siapkan Stimulus Hadapi Tekanan Harga Komoditas

Langkah ini dibarengi peningkatan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang terus meningkat.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juli Budi Winantya, menegaskan komitmen tersebut dalam pertemuan media di Bandung, Jumat (24/4/2026).

Strategi Intervensi Bank Indonesia Hadapi Tekanan Global dan Geopolitik

Bank Indonesia memperkuat intervensi melalui pasar spot, domestic non-deliverable forward, serta transaksi di pasar offshore guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Pemerintah Buka 116 Blok Migas Baru, Strategi Kejar Target Produksi Minyak Nasional 2026 Lebih Agresif

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik global yang memicu volatilitas pasar keuangan internasional.

Juli Budi Winantya menyatakan intervensi dilakukan secara terintegrasi sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem keuangan nasional.

Tekanan Eksternal Dorong Inflasi Global dan Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi dan komoditas akibat gangguan produksi dan distribusi global.

Baca Juga: Likuiditas Valas Perbankan Masih Aman, OJK Pastikan Kebutuhan Nasabah Terpenuhi Tanpa Risiko Nilai Tukar

Kondisi ini berdampak pada meningkatnya harga pangan dan tekanan inflasi di berbagai negara termasuk Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini