• Kamis, 4 Juni 2026

Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 30 Mei 2026 Saat Ritual Suci Yadnya Kasada yang Digelar Masyarakat Tengger

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 27 Mei 2026 | 22:56 WIB
Suasana kawasan Gunung Bromo menjelang ritual Yadnya Kasada 2026 yang membuat seluruh akses wisata ditutup sementara demi menjaga kekhusyukan tradisi masyarakat Tengger. (Dok. Jalankebromo.com)
Suasana kawasan Gunung Bromo menjelang ritual Yadnya Kasada 2026 yang membuat seluruh akses wisata ditutup sementara demi menjaga kekhusyukan tradisi masyarakat Tengger. (Dok. Jalankebromo.com)

“Wisatawan diimbau menyesuaikan jadwal kunjungan dan mematuhi seluruh ketentuan penutupan kawasan selama kegiatan berlangsung,” kata Rudijanta Tjahja Nugraha.

Berdasarkan pengalaman pelaksanaan tahun sebelumnya, kawasan Bromo biasanya kembali dibuka setelah seluruh rangkaian ritual adat Yadnya Kasada selesai dilaksanakan masyarakat Tengger.

Baca Juga: Diskusi Paramadina Bahas Kritik The Economist Terhadap Demokrasi dan Stabilitas Ekonomi Indonesia Terkini

Tradisi Yadnya Kasada Menjadi Daya Tarik Budaya dan Spiritual Nasional

Yadnya Kasada tidak hanya menjadi ritual keagamaan masyarakat Tengger, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik budaya yang dikenal wisatawan nasional maupun internasional.

Tradisi ini identik dengan prosesi pelemparan hasil bumi, ternak, dan sesaji ke kawah Gunung Bromo sebagai simbol pengorbanan serta rasa syukur masyarakat setempat.

Momentum Kasada juga sering menarik perhatian fotografer, peneliti budaya, hingga wisatawan yang ingin menyaksikan langsung tradisi adat pegunungan paling terkenal di Indonesia.

Baca Juga: The Economist Soroti Risiko Ekonomi, Akademisi Paramadina Ingatkan Pentingnya Pulihkan Kepercayaan Publik

Kawasan Gunung Bromo selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan Jawa Timur dengan kunjungan wisata mencapai ratusan ribu orang setiap tahun.

Penutupan sementara kawasan wisata dinilai menjadi langkah penting menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata, konservasi alam, dan penghormatan terhadap budaya lokal masyarakat Tengger.

Pengelola TNBTS Prioritaskan Konservasi Dan Ketertiban Selama Tradisi Berlangsung

Balai Besar TNBTS menegaskan penutupan kawasan dilakukan sebagai bagian dari pengamanan aktivitas budaya sekaligus perlindungan kawasan konservasi nasional.

Baca Juga: Distribusi Dapur MBG Jadi Sorotan Setelah Daerah Rawan Pangan Minim Fasilitas SPPG Pemerintah Nasional

Pengelola kawasan juga berkoordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh adat Tengger untuk memastikan seluruh rangkaian ritual berjalan tertib dan aman.

Selain faktor budaya, pembatasan aktivitas wisata dinilai penting mengurangi kepadatan pengunjung di area lautan pasir dan kawah saat prosesi adat berlangsung.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak memaksakan masuk ke kawasan wisata selama penutupan karena pengawasan dilakukan di seluruh pintu akses utama menuju Gunung Bromo.

Baca Juga: Konflik Agraria Sawit Ketapang dan Jambi Kembali Memicu Sorotan Nasional Terhadap Tata Kelola Perkebunan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini