Jakarta Dinilai Belum Sepenuhnya Menjadi Kota Sehat Berkelanjutan Nasional
Dalam diskusi tersebut, Jakarta disebut telah memiliki berbagai instrumen kelembagaan dan regulasi pendukung implementasi SDGs.
Namun, persoalan sanitasi, akses air bersih, dan kualitas udara dinilai masih menjadi tantangan utama pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Annisa menilai arah pembangunan Jakarta masih lebih menonjolkan konsep kota global dibandingkan kota sehat berbasis lingkungan.
Pada akhir diskusi, ia mengajak masyarakat lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan berkelanjutan melalui Musrenbang dan konsumsi bertanggung jawab.
“Terlepas apakah targetnya tercapai atau tidak, tujuan pembangunan berkelanjutan tetap worth it untuk diupayakan,” ujar Annisa.****
Artikel Terkait
Teknologi Baru Tiongkok Berpotensi Ubah Peta Kekuatan Digital Dunia dan Tekan Dominasi Amerika Serikat
Bali Menuju Pusat Keuangan Baru, Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal untuk Tingkatkan Daya Saing Nasional
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik Tajam Triwulan I 2026, Apa Dampaknya Bagi Dunia Usaha
Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen, Ini Faktor Utama dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,61 Persen, Tertinggi Lima Tahun Apa Faktor Utamanya
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen Namun Rupiah Melemah Tajam Picu Kekhawatiran Stabilitas
Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh Stabil Didukung Investasi Ekspor dan Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat
Rupiah Bergantung Modal Asing, Mengapa Defisit Transaksi Berjalan Terus Tekan Nilai Tukar Indonesia Hingga Kini
Rupiah Tembus Rp17.400, Dosen UGM Ungkap Faktor Global dan Risiko Besar Ekonomi Indonesia Saat Ini
Indonesia Siapkan Panda Bond di Tiongkok Saat Ketergantungan Dolar AS Global Mulai Dipertanyakan Investor