• Kamis, 4 Juni 2026

Rupiah Tembus Rp17.400, Dosen UGM Ungkap Faktor Global dan Risiko Besar Ekonomi Indonesia Saat Ini

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Kamis, 7 Mei 2026 | 09:21 WIB
 Dosen FEB UGM Eddy Junarsin. meminta pemerintah menjaga komunikasi kebijakan demi mempertahankan kepercayaan publik dan investor nasional. (Dok. Kreasi Dola AI)
Dosen FEB UGM Eddy Junarsin. meminta pemerintah menjaga komunikasi kebijakan demi mempertahankan kepercayaan publik dan investor nasional. (Dok. Kreasi Dola AI)

THE BOTTOM LINE:

  • Rupiah melemah di atas Rp17.400 dipicu faktor global dan fundamental ekonomi domestik yang masih menghadapi tekanan pasar.
  • Dosen FEB UGM menilai kepercayaan investor dan stabilitas kebijakan menjadi kunci menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali.
  • Suku bunga tinggi Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak dunia memperbesar arus keluar modal asing dari Indonesia.

BISNISNEWS.COM - Apakah pelemahan rupiah hingga menembus Rp17.400 per Dolar AS hanya dipicu faktor global semata?

Mengapa kepercayaan investor kini menjadi kunci penting untuk mencegah tekanan lanjutan pada pasar keuangan nasional?

Tekanan Rupiah Menguat Dipicu Faktor Global dan Fundamental Domestik Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS menembus level Rp17.400 pada Selasa (5/5/2026), memicu kekhawatiran pelaku pasar dan investor domestik.

Baca Juga: Rupiah Bergantung Modal Asing, Mengapa Defisit Transaksi Berjalan Terus Tekan Nilai Tukar Indonesia Hingga Kini

Pelemahan ini tidak hanya dipengaruhi dinamika global, tetapi juga mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional yang menghadapi tekanan.

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin, Ph.D., CFP, menegaskan kombinasi faktor ekonomi dan nonekonomi menjadi penyebab utama depresiasi rupiah.

Ia menjelaskan surplus neraca perdagangan masih terjadi, namun nilainya menurun dibandingkan periode sebelumnya sehingga tekanan terhadap nilai tukar meningkat.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik Tajam Triwulan I 2026, Apa Dampaknya Bagi Dunia Usaha

Penurunan surplus tersebut menunjukkan ekspor tetap lebih tinggi dari impor, tetapi selisihnya semakin menyempit dalam beberapa waktu terakhir.

Harga Minyak Dunia dan Suku Bunga The Fed Tekan Rupiah

Kenaikan harga minyak dunia turut memperburuk tekanan terhadap rupiah karena Indonesia masih berstatus net importir energi.

Kondisi ini menyebabkan kebutuhan Dolar AS meningkat untuk membayar impor minyak, sehingga memperlemah posisi mata uang domestik.

Baca Juga: Teknologi Baru Tiongkok Berpotensi Ubah Peta Kekuatan Digital Dunia dan Tekan Dominasi Amerika Serikat

Di sisi global, suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat investor global cenderung memindahkan modal ke instrumen yang lebih aman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini