Ia menekankan kebijakan moneter harus dijalankan secara bertahap dan hati-hati agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang.
Kepercayaan Investor Jadi Kunci Stabilitas Rupiah Dan Ekonomi Nasional
Eddy menilai tekanan terhadap rupiah saat ini masih bersifat jangka pendek, namun berpotensi membesar jika tidak dikelola dengan baik.
Ia mengingatkan risiko destabilizing speculation dapat muncul ketika pelaku pasar bereaksi berlebihan akibat kepanikan.
“Tekanan rupiah saat ini bersifat jangka pendek, namun jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan destabilizing speculation,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Ugm.ac.id.
Karena itu, pemerintah perlu menjaga komunikasi kebijakan secara konsisten untuk mempertahankan kepercayaan publik dan investor.
Kepastian hukum, stabilitas politik, serta insentif usaha dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.
Sebagai latar belakang, tekanan rupiah sebelumnya juga terjadi saat gejolak global meningkat, terutama ketika kebijakan moneter Amerika Serikat mengetat dan harga komoditas energi melonjak.****
Artikel Terkait
Teknologi Baru Tiongkok Berpotensi Ubah Peta Kekuatan Digital Dunia dan Tekan Dominasi Amerika Serikat
Bali Menuju Pusat Keuangan Baru, Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal untuk Tingkatkan Daya Saing Nasional
KEK Bali Fokus Sektor Keuangan, Insentif Fiskal Disiapkan Dongkrak Daya Saing Ekonomi Nasional Indonesia
Rencana KEK Keuangan Bali Menguat, Insentif Fiskal Jadi Faktor Penentu Minat Investor Global Masuk Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik Tajam Triwulan I 2026, Apa Dampaknya Bagi Dunia Usaha
Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen, Ini Faktor Utama dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,61 Persen, Tertinggi Lima Tahun Apa Faktor Utamanya
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen Namun Rupiah Melemah Tajam Picu Kekhawatiran Stabilitas
Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh Stabil Didukung Investasi Ekspor dan Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat
Rupiah Bergantung Modal Asing, Mengapa Defisit Transaksi Berjalan Terus Tekan Nilai Tukar Indonesia Hingga Kini