• Kamis, 4 Juni 2026

Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh Stabil Didukung Investasi Ekspor dan Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 6 Mei 2026 | 15:12 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. Kawasan industri menunjukkan peningkatan aktivitas produksi seiring naiknya investasi dan kredit usaha awal 2026. (Dok. Badan Pusat Statistik)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. Kawasan industri menunjukkan peningkatan aktivitas produksi seiring naiknya investasi dan kredit usaha awal 2026. (Dok. Badan Pusat Statistik)

THE BOTTOM LINE:

  • Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 tetap kuat dengan dukungan investasi Rp498,79 triliun dan surplus perdagangan Dolar AS5,55 miliar
  • Daya beli masyarakat terjaga tercermin dari 319,51 juta perjalanan wisata domestik naik 13,14 persen secara tahunan
  • Inflasi terkendali 2,42 persen tahunan menjaga stabilitas harga di tengah tekanan global dan kenaikan tarif transportasi

BISNISNEWS.COM - Apakah ekonomi Indonesia benar-benar tahan banting di tengah tekanan global yang belum reda?

Mampukah kombinasi investasi, ekspor, dan daya beli menjaga pertumbuhan di atas 5,5 persen pada awal 2026 ini?

Investasi dan Ekspor Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional Awal Tahun

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,5 persen pada Triwulan I 2026 dengan dukungan indikator makro yang menunjukkan tren positif.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen Namun Rupiah Melemah Tajam Picu Kekhawatiran Stabilitas

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin (04/05/2026) menunjukkan investasi mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan.

Belanja modal pemerintah pusat juga melonjak 36,7 persen menjadi Rp35,42 triliun, memperkuat stimulus fiskal terhadap aktivitas ekonomi domestik.

Kinerja ekspor turut menopang pertumbuhan dengan nilai kumulatif Januari-Maret 2026 sebesar Dolar AS66,85 miliar atau naik 0,34 persen secara tahunan.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen, Ini Faktor Utama dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama ekspor dengan pertumbuhan 3,96 persen.

“Hingga bulan Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar Dolar AS5,55 miliar,” ujar Ateng dalam konferensi pers resmi BPS.

Neraca Perdagangan Surplus Konsisten Perkuat Stabilitas Ekonomi Indonesia Terkini

Surplus neraca perdagangan Indonesia berlanjut selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, mencerminkan ketahanan sektor eksternal.

Baca Juga: Rencana KEK Keuangan Bali Menguat, Insentif Fiskal Jadi Faktor Penentu Minat Investor Global Masuk Indonesia

Sepanjang Januari-Maret 2026, surplus mencapai Dolar AS5,55 miliar, ditopang surplus nonmigas sebesar Dolar AS10,63 miliar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini