THE BOTTOM LINE:
- Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026 tetap kuat dengan dukungan investasi Rp498,79 triliun dan surplus perdagangan Dolar AS5,55 miliar
- Daya beli masyarakat terjaga tercermin dari 319,51 juta perjalanan wisata domestik naik 13,14 persen secara tahunan
- Inflasi terkendali 2,42 persen tahunan menjaga stabilitas harga di tengah tekanan global dan kenaikan tarif transportasi
BISNISNEWS.COM - Apakah ekonomi Indonesia benar-benar tahan banting di tengah tekanan global yang belum reda?
Mampukah kombinasi investasi, ekspor, dan daya beli menjaga pertumbuhan di atas 5,5 persen pada awal 2026 ini?
Investasi dan Ekspor Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional Awal Tahun
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5,5 persen pada Triwulan I 2026 dengan dukungan indikator makro yang menunjukkan tren positif.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Senin (04/05/2026) menunjukkan investasi mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan.
Belanja modal pemerintah pusat juga melonjak 36,7 persen menjadi Rp35,42 triliun, memperkuat stimulus fiskal terhadap aktivitas ekonomi domestik.
Kinerja ekspor turut menopang pertumbuhan dengan nilai kumulatif Januari-Maret 2026 sebesar Dolar AS66,85 miliar atau naik 0,34 persen secara tahunan.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen, Ini Faktor Utama dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama ekspor dengan pertumbuhan 3,96 persen.
“Hingga bulan Maret 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar Dolar AS5,55 miliar,” ujar Ateng dalam konferensi pers resmi BPS.
Neraca Perdagangan Surplus Konsisten Perkuat Stabilitas Ekonomi Indonesia Terkini
Surplus neraca perdagangan Indonesia berlanjut selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, mencerminkan ketahanan sektor eksternal.
Sepanjang Januari-Maret 2026, surplus mencapai Dolar AS5,55 miliar, ditopang surplus nonmigas sebesar Dolar AS10,63 miliar.
Artikel Terkait
Peringatan ExxonMobil: Harga Minyak Dunia Bisa Melonjak Akibat Ketidakseimbangan Pasokan dan Permintaan
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kebijakan Baru Jaga Ketahanan Pangan Indonesia Saat Krisis Global Meluas
Tiongkok Kembangkan Teknologi Baru Tantang Dominasi AS dalam Persaingan Digital Global Masa Depan
KEK Keuangan Bali Disiapkan Pemerintah, Insentif Fiskal Jadi Kunci Tarik Investor Global ke Indonesia
KEK Bali Fokus Sektor Keuangan, Insentif Fiskal Disiapkan Dongkrak Daya Saing Ekonomi Nasional Indonesia
Rencana KEK Keuangan Bali Menguat, Insentif Fiskal Jadi Faktor Penentu Minat Investor Global Masuk Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,61 Persen, Tertinggi Lima Tahun Apa Faktor Utamanya
Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen, Ini Faktor Utama dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Rupiah Tertekan, Ini 7 Strategi Bank Indonesia Yang Direstui Presiden untuk Stabilkan Nilai Tukar Nasional
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen Namun Rupiah Melemah Tajam Picu Kekhawatiran Stabilitas