• Kamis, 4 Juni 2026

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,61 Persen, Tertinggi Lima Tahun Apa Faktor Utamanya

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 6 Mei 2026 | 10:01 WIB
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti. Proyek infrastruktur nasional berjalan sebagai bagian dari investasi pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Instagram.com @amalia.adininggar)
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti. Proyek infrastruktur nasional berjalan sebagai bagian dari investasi pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Instagram.com @amalia.adininggar)

THE BOTTOM LINE:

  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen yoy, tertinggi dalam lima tahun terakhir menurut data resmi BPS.
  • Konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama dengan kontribusi terbesar, didukung momentum libur dan kebijakan stimulus pemerintah.
  • Belanja pemerintah dan investasi meningkat signifikan, memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

BISNISNEWS.COM - Apakah pertumbuhan ekonomi 5,61 persen benar-benar mencerminkan daya tahan ekonomi Indonesia saat ini?

Ataukah lonjakan ini hanya dipicu faktor musiman seperti libur panjang dan stimulus pemerintah yang bersifat sementara?

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai Level Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: KEK Keuangan Bali Disiapkan Pemerintah, Insentif Fiskal Jadi Kunci Tarik Investor Global ke Indonesia

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan angka tersebut melampaui tren pertumbuhan triwulan pertama sejak 2021 hingga 2025.

“Kalau kita perhatikan di triwulan I 2026 ini 5,61 persen, itu adalah tumbuhnya paling tinggi,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (05/05/2026).

Secara historis, ekonomi Indonesia sempat terkontraksi minus 0,69 persen pada 2021 akibat pandemi, sebelum pulih bertahap hingga 4,87 persen pada 2025.

Baca Juga: Tiongkok Kembangkan Teknologi Baru Tantang Dominasi AS dalam Persaingan Digital Global Masa Depan

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Mesin Utama Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 2,94 persen terhadap total ekspansi.

Lonjakan konsumsi dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Selain faktor musiman, kebijakan pemerintah seperti diskon tiket transportasi dan pencairan tunjangan hari raya turut memperkuat daya beli masyarakat.

Baca Juga: Peringatan ExxonMobil: Harga Minyak Dunia Bisa Melonjak Akibat Ketidakseimbangan Pasokan dan Permintaan

Amalia menjelaskan bahwa kombinasi stimulus fiskal dan stabilitas suku bunga Bank Indonesia di level 4,75 persen menjaga momentum konsumsi domestik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini