• Kamis, 4 Juni 2026

Utang Luar Negeri Jadi Faktor Penopang Rupiah, Fakta di Balik Stabilitas Nilai Tukar Indonesia Saat Ini

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Kamis, 7 Mei 2026 | 22:00 WIB
Managing Director PEPS, Anthony Budiawan. Rupiah dan Dolar AS menunjukkan tekanan akibat defisit transaksi berjalan dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan eksternal Indonesia.  (Dok. Instagram @anthony _budiawan)
Managing Director PEPS, Anthony Budiawan. Rupiah dan Dolar AS menunjukkan tekanan akibat defisit transaksi berjalan dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan eksternal Indonesia. (Dok. Instagram @anthony _budiawan)

THE BOTTOM LINE:

  • Ketergantungan rupiah pada aliran modal asing tinggi sejak defisit transaksi berjalan berlanjut, membuat stabilitas nilai tukar rentan gejolak global.
  • Utang luar negeri digunakan untuk menutup defisit eksternal sekaligus menopang cadangan devisa demi menjaga kurs rupiah tetap stabil.
  • Penguatan rupiah dinilai belum sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi karena didorong pembiayaan eksternal yang bersifat jangka pendek

BISNISNEWS.COM - Apakah penguatan rupiah selama ini benar-benar mencerminkan kekuatan ekonomi nasional yang solid?

Ataukah ada “mesin tersembunyi” berupa utang luar negeri yang menopang stabilitas nilai tukar?

Mengapa setiap gejolak global langsung mengguncang rupiah, dan seberapa besar ketergantungan Indonesia terhadap aliran dana asing dalam menjaga stabilitas ekonomi?

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik Tajam Triwulan I 2026, Apa Dampaknya Bagi Dunia Usaha

Defisit Transaksi Berjalan Tekan Rupiah Dan Ketergantungan Asing

Neraca transaksi berjalan Indonesia tercatat mengalami defisit sejak 2012, yang mencerminkan arus keluar Dolar AS lebih besar dibandingkan pemasukan dari ekspor dan transaksi lainnya.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menyebut kondisi ini meningkatkan permintaan Dolar AS sehingga kurs rupiah cenderung melemah secara struktural.

Ia menegaskan bahwa tanpa dukungan arus modal masuk yang memadai, tekanan terhadap rupiah akan semakin besar dan berpotensi memicu volatilitas berkepanjangan.

Baca Juga: Teknologi Baru Tiongkok Berpotensi Ubah Peta Kekuatan Digital Dunia dan Tekan Dominasi Amerika Serikat

Menurut Anthony Budiawan, aliran modal asing baik berupa investasi langsung maupun portofolio menjadi penopang utama untuk menutup defisit tersebut.

Namun, ketergantungan terhadap modal asing dinilai membuat stabilitas rupiah menjadi rentan terhadap perubahan sentimen global dan keputusan investor internasional.

Lonjakan Utang Luar Negeri Jadi Penopang Cadangan Devisa

Data periode 2015–2019 menunjukkan defisit transaksi berjalan mencapai 111,71 miliar Dolar AS, namun cadangan devisa justru meningkat 17,32 miliar Dolar AS.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,61 Persen, Tertinggi Lima Tahun Apa Faktor Utamanya

Anthony Budiawan menjelaskan peningkatan cadangan devisa tersebut sebagian besar ditopang oleh penambahan utang luar negeri pemerintah sebesar 76,07 miliar Dolar AS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini