Pada 2018, keterbatasan penarikan utang kembali menekan cadangan devisa hingga turun 9,54 miliar Dolar AS, memicu pelemahan rupiah ke Rp15.250.
Ia juga menyoroti kondisi 2020 ketika pandemi memicu arus keluar dana asing sebesar 18,9 miliar Dolar AS, sehingga rupiah sempat menembus Rp17.000 per Dolar AS.
Risiko Jangka Panjang dan Tantangan Fundamental Ekonomi Nasional
Anthony Budiawan memperingatkan bahwa ketergantungan terhadap utang luar negeri dan modal asing berpotensi menjadi risiko besar bagi stabilitas ekonomi.
Ia menilai tanpa perbaikan fundamental seperti peningkatan ekspor dan penguatan sektor riil, tekanan terhadap rupiah akan terus berulang.
Menurutnya, kondisi ini membuat nasib rupiah sangat dipengaruhi oleh keputusan investor asing dalam membeli atau melepas aset domestik.
Ia menegaskan bahwa jika aliran dana asing tidak masuk saat dibutuhkan, maka pelemahan rupiah sulit dihindari.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen, Ini Faktor Utama dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Anthony Budiawan menyimpulkan bahwa stabilitas jangka panjang hanya dapat dicapai melalui reformasi struktural yang mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan eksternal.****
Artikel Terkait
Teknologi Baru Tiongkok Berpotensi Ubah Peta Kekuatan Digital Dunia dan Tekan Dominasi Amerika Serikat
Bali Menuju Pusat Keuangan Baru, Pemerintah Siapkan Insentif Fiskal untuk Tingkatkan Daya Saing Nasional
Rencana KEK Keuangan Bali Menguat, Insentif Fiskal Jadi Faktor Penentu Minat Investor Global Masuk Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik Tajam Triwulan I 2026, Apa Dampaknya Bagi Dunia Usaha
Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen, Ini Faktor Utama dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,61 Persen, Tertinggi Lima Tahun Apa Faktor Utamanya
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,61 Persen Namun Rupiah Melemah Tajam Picu Kekhawatiran Stabilitas
Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh Stabil Didukung Investasi Ekspor dan Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat
Rupiah Bergantung Modal Asing, Mengapa Defisit Transaksi Berjalan Terus Tekan Nilai Tukar Indonesia Hingga Kini
Rupiah Tembus Rp17.400, Dosen UGM Ungkap Faktor Global dan Risiko Besar Ekonomi Indonesia Saat Ini