Ia menyebut pengurangan anggaran bukan berarti pemangkasan layanan, melainkan penyesuaian pola belanja agar lebih terukur.
Pemerintah juga disebut tengah menyempurnakan manajemen distribusi agar setiap rupiah belanja publik menghasilkan dampak gizi yang lebih optimal.
Lonjakan Belanja Negara Jadi Sorotan Pengelolaan Fiskal
Di tengah evaluasi MBG, belanja negara hingga akhir April mencapai Rp1.082,8 triliun atau 28,2 persen dari target APBN 2026.
Angka tersebut tumbuh 34,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, menandai akselerasi belanja fiskal nasional.
Belanja pemerintah pusat mencapai Rp826 triliun atau tumbuh 51,1 persen secara tahunan.
Belanja kementerian dan lembaga terealisasi Rp400,5 triliun, sementara belanja non-kementerian mencapai Rp425,5 triliun.
Purbaya menjelaskan strategi ini dilakukan untuk meratakan penyaluran belanja sepanjang tahun agar stimulus fiskal lebih stabil.
Pendapatan Negara Tumbuh Saat Defisit Tetap Terkendali
Pendapatan negara hingga akhir April tercatat Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen.
Dengan perkembangan itu, defisit APBN tercatat 0,64 persen terhadap produk domestik bruto atau senilai Rp164,4 triliun.
Pemerintah menilai ruang fiskal tetap terjaga meski belanja meningkat agresif pada awal tahun.
Efisiensi MBG menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas belanja tanpa menambah tekanan fiskal.
Artikel Terkait
ABDI dan PSMTI Cetak Eksekutif Pelindungan Data Pribadi, Siapkah Korporasi Hadapi Tantangan Keamanan Siber
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,37 Juta Ton, Ini Dampaknya Bagi Ketahanan Pangan Hingga Akhir Tahun
Rekor Baru Cadangan Beras Nasional 5,37 Juta Ton, Angka Ini Penting Bagi Stabilitas Harga Pangan
Rupiah Tembus Rp17.706, Lonjakan Permintaan Dolar AS Kini Jadi Sorotan Serius Pemerintah dan Pelaku Pasar
Rupiah Melemah ke Rp17.700, Airlangga Ungkap Faktor Global dan Musim Dividen Tekan Nilai Tukar Indonesia
PSMTI Gandeng HMI Malaysia Group, Akses Layanan Kesehatan Internasional Kini Lebih Mudah dan Terjangkau
Ekspor Indonesia Tembus Rp1 Triliun di SIAL 2026, Mengapa Pasar Tiongkok Kini Memburu Produk Pangan
Transaksi Dagang Indonesia Melonjak di Shanghai, Apa Rahasia Produk Pangan Menarik Minat Pasar Tiongkok
BI Perketat Pembelian Dolar Tanpa Underlying, Apakah Rupiah Menguat Mulai Juli 2026 Setelah Tekanan Global Mereda
Pemerintah Targetkan Rupiah Rp17.500 Pada 2027, Mampukah Strategi Fiskal Baru Jaga Stabilitas Ekonomi