Dugaan Manipulasi Harga Ekspor Jadi Sorotan Pemerintah Pusat Nasional
Pemerintah menduga praktik manipulasi harga ekspor dilakukan melalui transaksi afiliasi antarentitas korporasi di berbagai yurisdiksi internasional.
Skema tersebut diduga membuat harga ekspor CPO tercatat lebih rendah dibandingkan nilai pasar sebenarnya pada perdagangan global.
Akibatnya, potensi penerimaan negara dari pajak dan devisa ekspor sawit dinilai dapat mengalami penurunan signifikan.
Kementerian Keuangan bersama aparat penegak hukum kini mulai mendalami pola transaksi sejumlah eksportir sawit nasional.
Kejaksaan Agung Mulai Menelusuri Aliran Keuntungan Sawit ke Singapura
Kejaksaan Agung (Kejagung) disebut ikut mendalami dugaan transfer pricing yang berkaitan dengan ekspor minyak sawit mentah Indonesia.
Baca Juga: Pengacara Blueray Cargo Ragukan Amplop Suap Kode 1 Sampai ke Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan
Penyelidikan berfokus pada kemungkinan pengalihan keuntungan korporasi melalui transaksi perdagangan lintas negara dengan entitas afiliasi.
“Kami mendalami indikasi transfer pricing dalam ekspor CPO,” demikian pernyataan Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi yang dikutip media.
Sorotan terhadap Singapura muncul karena negara tersebut selama ini menjadi pusat perdagangan dan pemasaran sejumlah komoditas sawit regional.
Baca Juga: Rupiah Nyaris Rp18.000, Mengapa Konglomerat Mulai Cemas Ancaman Resesi Global Semakin Membesar
GAPKI Minta Publik Menunggu Hasil Penyelidikan Pemerintah Resmi Nasional
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI meminta publik menunggu hasil penyelidikan resmi pemerintah terkait isu tersebut.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan industri sawit nasional tetap menjalankan perdagangan sesuai ketentuan berlaku.
“Kita tunggu hasil investigasi resmi pemerintah,” ujar Eddy Martono dalam keterangannya kepada media nasional, Rabu (28/05/2026)
Baca Juga: Pemerintah Perkuat Kerja Sama Hebei Tiongkok Demi Dorong Investasi Smart Technology dan Industri
Artikel Terkait
Rupiah Melemah, Warga Desa Ikut Menanggung Dampak Kenaikan Dolar AS Pada Harga Kebutuhan Mereka
BI Ungkap Fakta Terbaru Utang Luar Negeri dan Dampaknya Bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Tambang Emas Ilegal Sumbar Sulit Dihentikan Meski Razia Berulang Terus Dilakukan Aparat Penegak Hukum
Investor Global Incar Korporasi Tambang Jumbo Saat Permintaan Mineral Strategis Dunia Terus Meningkat
Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS Picu Kekhawatiran Kalangan Produktif Mengenai Stabilitas Keuangan a
MSCI Bekukan Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk GOTO, Investor Pasar Modal Mulai Menghitung Dampaknya
Pemerintah Perkuat Kerja Sama Hebei Tiongkok Demi Dorong Investasi Smart Technology dan Industri
Rupiah Nyaris Rp18.000, Mengapa Konglomerat Mulai Cemas Ancaman Resesi Global Semakin Membesar
Pengacara Blueray Cargo Ragukan Amplop Suap Kode 1 Sampai ke Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan
PP INTI Beri Beasiswa Cathlyn dan Meivy Saat Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Jadi Sorotan Nasional