Sudaryono memproyeksikan penyerapan hingga akhir semester pertama dapat menembus 3,3 juta ton.
Capaian itu meningkat 25,54 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat sebesar 2,65 juta ton.
Data ini memperkuat tren positif penyerapan gabah nasional yang sebelumnya juga menjadi perhatian dalam berbagai laporan ketahanan pangan media arus utama.
Potensi Panen Besar Dorong Optimisme Semester Kedua Tahun Ini
Optimisme pemerintah bertumpu pada potensi panen yang masih cukup besar dalam dua bulan mendatang.
Sudaryono menjelaskan potensi luas panen pada Mei diperkirakan mencapai 929 ribu hektare.
Sementara potensi panen Juni diproyeksikan berada di kisaran 841 ribu hektare.
Volume panen tersebut diyakini akan menopang kelanjutan serapan beras nasional pada semester kedua.
Dengan kondisi itu, target pengadaan Juli hingga Desember dipatok sebesar 670 ribu ton.
Angka tersebut meningkat 24,16 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun sebelumnya.
Ketahanan Pangan Jadi Fokus Menjaga Stabilitas Harga Beras
Peningkatan cadangan beras pemerintah menjadi bagian penting strategi stabilisasi pasokan dan harga.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus memperkuat cadangan nasional untuk menghadapi risiko cuaca ekstrem dan gangguan distribusi.
Baca Juga: Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Daya Beli, Tekanan Dolar AS Kini Terasa Sampai Pasar Tradisional
Artikel Terkait
Di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Apa Risiko Fiskal yang Mengancam Daya Tahan Ekonomi Indonesia
Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Daya Beli, Tekanan Dolar AS Kini Terasa Sampai Pasar Tradisional
Mengapa Rupiah Terus Melemah Menuju Rp18.000? Anthony Budiawan Soroti Defisit Transaksi Berjalan
Rupiah Melemah Ke Rp17.600, Mengapa BITetap Optimistis Soal Stabilitas Nilai Tukar Indonesia Tahun Ini
Rupiah Terus Tertekan, Didik J Rachbini Menilai Reformasi Institusi Jadi Kunci Penguatan Nilai Tukar Indonesia
Rupiah Melemah, Didik J Rachbini Ungkap Pelajaran Era Habibie yang Relevan untuk Memulihkan Kepercayaan Pasar
Kenaikan Dolar AS dan Dampaknya ke Desa, Jaya Suprana Ungkap Fakta Ekonomi yang Jarang Disadari Publik
Fahri Hamzah Respons Kritik The Economist, Prabowonomics Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
ABDI dan PSMTI Cetak Eksekutif Pelindungan Data Pribadi, Siapkah Korporasi Hadapi Tantangan Keamanan Siber
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,37 Juta Ton, Ini Dampaknya Bagi Ketahanan Pangan Hingga Akhir Tahun