Namun, tekanan terhadap pasar saham dan Rupiah dinilai masih menunjukkan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap sentimen eksternal dan likuiditas global.
Pemerintah Didorong Percepat Transformasi Struktur Ekonomi Domestik Nasional
Kusfiardi menilai kondisi pasar keuangan saat ini harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan pemangku kebijakan ekonomi nasional.
Ia mendorong percepatan transformasi ekonomi melalui penguatan industri domestik dan pengurangan ketergantungan terhadap impor strategis nasional.
Selain itu, pendalaman pasar keuangan domestik dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan asing jangka pendek.
Menurut Kusfiardi, struktur ekonomi yang lebih kuat dapat membantu Indonesia menghadapi tekanan global secara lebih stabil dan berkelanjutan.
“Jika struktur ekonomi tidak berubah, maka gejolak IHSG dan pelemahan Rupiah akan terus menjadi alarm rutin,” tutup Kusfiardi.****
Artikel Terkait
Dividen PT Delta Djakarta Disorot, CBA Pertanyakan Transparansi Aliran Dana ke Kas Pemerintah DKI Jakarta
Saat Audiens Menjawab Tidak, Mengapa Komunikasi Pemimpin Langsung Jadi Sorotan Viral Media Sosial
Pembiayaan Produktif Pindar Tembus Rp34,66 Triliun, OJK Soroti Risiko Gagal Bayar Pinjaman Kaum Muda
Muhammadiyah Terapkan Budaya Hidup Hemat, Penggunaan Mobil Diesel dan AC Mulai Dibatasi Bertahap
JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Lebih Kuat Dibanding Amerika Serikat dan Tiongkok
Royalti Tambang Naik Juni 2026, Pemerintah Cari Formula Aman untuk Korporasi Batu Bara dan Nikel Nasional
BEI Awasi Dugaan Fraud TLKM Rp5 Triliun, Investigasi SEC dan DOJ Picu Sorotan Baru Terhadap Tata Kelola
Bank Mandiri Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Melandai Pada Kuartal II 2026, Apa Dampaknya Bagi Konsumsi
Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Mengapa Tiga Tanker Lain Justru Berhasil Keluar Saat Negosiasi
IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah, Investor Mulai Soroti Ketahanan Ekonomi Menghadapi Tekanan Global