• Kamis, 4 Juni 2026

Agung Suryamal Ungkap Strategi Pengusaha Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tekanan Ekonomi Global Saat Ini

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Selasa, 2 Juni 2026 | 08:49 WIB
Pengusaha Agung Suryamal menyoroti tantangan dunia usaha akibat pelemahan rupiah, kenaikan biaya produksi, dan melemahnya daya beli masyarakat, sekaligus membagikan strategi bertahan bagi pengusaha Pengusaha Agung Suryamal tekanan ekonomi saat ini. (Dok. Sinerco.co.id/ Kreasi Dola AI)
Pengusaha Agung Suryamal menyoroti tantangan dunia usaha akibat pelemahan rupiah, kenaikan biaya produksi, dan melemahnya daya beli masyarakat, sekaligus membagikan strategi bertahan bagi pengusaha Pengusaha Agung Suryamal tekanan ekonomi saat ini. (Dok. Sinerco.co.id/ Kreasi Dola AI)

Pelaku usaha ritel, makanan dan minuman, properti, serta otomotif menghadapi konsumen yang semakin selektif dalam berbelanja.

Latar belakang kondisi ini sejalan dengan sejumlah laporan ekonomi yang menunjukkan perlambatan penjualan pada beberapa sektor meskipun pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga.

Baca Juga: Agoeslan Capital Group Jajaki Kembali Bisnis Batubara Nikel dan Sawit di Tengah Kebijakan Ekspor Baru

Strategi Efisiensi Menjadi Kunci Menjaga Keberlangsungan Bisnis

Berdasarkan pengalaman lebih dari tiga dekade sebagai pengusaha, Agung mendorong pelaku usaha memperkuat efisiensi operasional.

Ia menyarankan digitalisasi proses bisnis, optimalisasi distribusi, pengurangan pemborosan energi, serta pengelolaan persediaan yang lebih efektif.

“Likuiditas menjadi faktor penting dalam periode penuh ketidakpastian,” kata Agung.

Baca Juga: Agung Suryamal Ungkap Strategi Pengusaha Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tekanan Ekonomi Global Saat Ini

Menurutnya, pengusaha perlu mempercepat penagihan piutang dan mengendalikan pengeluaran non-prioritas untuk menjaga kesehatan arus kas.

Peluang Ekspor Dinilai Tetap Menarik Bagi Pelaku Usaha

Di tengah tekanan domestik, pelemahan rupiah dinilai dapat membuka peluang baru bagi produk Indonesia di pasar internasional.

Produk ekspor menjadi relatif lebih kompetitif karena harga yang lebih menarik bagi pembeli luar negeri.

Baca Juga: Mengapa Indonesia Belum Menjadi Negara Maju Meski Kaya SDA dan Bonus Demografi yang Sangat Besar

“Pengusaha yang mampu menjaga efisiensi, mengelola risiko, memperkuat arus kas, serta menangkap peluang baru akan memiliki posisi lebih kuat,” tegas Agung.

Ia menambahkan kemampuan beradaptasi menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan korporasi menghadapi siklus ekonomi yang penuh tantangan.****

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini