"Kami sudah memanggil perusahaan-perusahaan tersebut dan meminta mereka menyesuaikan harga pembelian sesuai ketentuan," ujar Sudaryono.
Ia menambahkan sebanyak 16 PKS telah mulai melakukan koreksi harga setelah pemerintah melakukan koordinasi dengan pelaku usaha sawit.
Baca Juga: Agung Suryamal Ungkap Strategi Pengusaha Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tekanan Ekonomi Global Saat Ini
Ancaman Pencabutan Izin untuk Lindungi Pendapatan Petani Sawit
Kementan menegaskan perlindungan terhadap petani menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas industri sawit nasional.
Pemerintah menilai praktik pembelian TBS di bawah harga acuan berpotensi merugikan petani dan mengganggu keseimbangan rantai pasok sawit.
"Kami tidak segan memberikan sanksi hingga pencabutan izin apabila perusahaan tetap melanggar aturan," tegas Sudaryono.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan kepastian harga yang lebih adil bagi petani sekaligus menjaga kepercayaan terhadap tata niaga sawit nasional.
Gejolak Harga Sawit Jadi Sorotan Pelaku Industri Nasional
Sebelumnya, harga TBS petani sempat mengalami tekanan setelah muncul ketidakpastian terkait implementasi kebijakan ekspor sawit.
Pelaku industri menilai kondisi tersebut menyebabkan sebagian pembeli menahan transaksi sambil menunggu kejelasan regulasi dari pemerintah.
Setelah pemerintah memberikan kepastian bahwa DSI tidak mengambil keuntungan dari transaksi ekspor dan tidak menambah beban biaya baru.
Aktivitas perdagangan sawit berangsur normal sehingga harga TBS mulai menunjukkan pemulihan.****