• Kamis, 4 Juni 2026

Wamentan Sudaryono Pastikan Ekspor Sawit Tetap Normal Meski Harga TBS Sempat Bergejolak di Berbagai Daerah

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Minggu, 31 Mei 2026 | 05:00 WIB
Wamentan Sudaryono memimpin rapat koordinasi stabilisasi harga TBS sawit bersama GAPKI dan Satgas Pangan Polri di Kementerian Pertanian, Selasa 26 Mei 2026. (Dok. Kementan)
Wamentan Sudaryono memimpin rapat koordinasi stabilisasi harga TBS sawit bersama GAPKI dan Satgas Pangan Polri di Kementerian Pertanian, Selasa 26 Mei 2026. (Dok. Kementan)

“Pelanggaran akan dikenakan sanksi hingga pencabutan izin usaha,” tegas Sudaryono dalam rapat koordinasi tersebut.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.795 per Dolar AS, Purbaya Sebut Kondisi Pasar Keuangan Nasional Tidak Masuk Akal

Masa Transisi Kebijakan Ekspor Sawit Dipastikan Berjalan Bertahap Dan Aman

Pemerintah memastikan kebijakan ekspor satu pintu tidak diterapkan mendadak sehingga pelaku usaha memiliki waktu penyesuaian yang cukup.

Masa transisi berlangsung mulai Minggu (01/06/2026) hingga Senin (31/08/2026), sedangkan implementasi penuh dijadwalkan mulai Jumat (01/01/2027).

Selama masa transisi itu, aktivitas usaha, distribusi, perdagangan, dan ekspor sawit dipastikan berjalan seperti biasa tanpa pembatasan tambahan.

Baca Juga: Kemenkeu Kantongi 10 Korporasi Sawit Diduga Manipulasi Harga Ekspor CPO, Kejagung Mulai Dalami Kasus Besar

Langkah tersebut dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas industri sawit nasional sekaligus melindungi pendapatan jutaan petani sawit Indonesia.

Sebelumnya, isu kebijakan ekspor satu pintu sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar dan menekan harga TBS di sentra sawit Sumatera serta Kalimantan.

Satgas Pangan Awasi Ketat Potensi Permainan Harga di Daerah Sawit

Satgas Pangan Polri bersama instansi terkait mulai melakukan pengawasan ketat terhadap potensi penimbunan dan permainan harga di lapangan.

Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Sumbar Sulit Dihentikan Meski Razia Berulang Terus Dilakukan Aparat Penegak Hukum

Pengawasan juga dilakukan untuk mencegah pembebanan biaya tambahan kepada petani yang berpotensi memperburuk harga TBS di tingkat kebun.

Pemerintah menilai stabilitas harga sawit penting karena industri ini menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar nasional.

Selain menjaga harga tetap wajar, pemerintah ingin memastikan posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar sawit dunia tetap terjaga.

Baca Juga: PP INTI Beri Beasiswa Cathlyn dan Meivy Saat Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Jadi Sorotan Nasional

“Kami pastikan aturan baru tidak merugikan petani, industri tetap tumbuh, dan harga TBS kembali wajar secepatnya,” kata Sudaryono.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini