• Kamis, 4 Juni 2026

Mentan Temukan Selisih Data Bibit Kelapa di Manado, Program Pembibitan Disorot Ketat Pemerintah Pusat

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 20:08 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak di kebun pembibitan kelapa di Manado dan menemukan ketidaksesuaian data serta kualitas bibit yang tidak layak tanam (Dok. Instagram @a.amran_sulaiman)
Mentan Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak di kebun pembibitan kelapa di Manado dan menemukan ketidaksesuaian data serta kualitas bibit yang tidak layak tanam (Dok. Instagram @a.amran_sulaiman)

Pemerintah Tegaskan Transparansi dan Penegakan Hukum Tanpa Kompromi

Sebagai tindak lanjut, Mentan meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terbuka terhadap potensi pelanggaran.

“Kami minta kepada reskrim, polres, ini diperiksa, kita harus berani membuka diri,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Baca Juga: IHSG Berfluktuasi Tajam, Apakah Komunikasi Pemerintah Cukup Kuat Menahan Tekanan Sentimen Investor Global

Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga integritas program sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara.

Ia juga menekankan bahwa tidak boleh ada praktik pencitraan yang menutupi fakta di lapangan.

Target Besar Satu Juta Hektare Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Program pembibitan merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas areal tanam hingga mendekati satu juta hektare di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Tiongkok Terapkan Tarif Nol Persen untuk Afrika, Bagaimana Dampaknya Pada Perdagangan Global dan Ekonomi

Komoditas yang dikembangkan mencakup kelapa, tebu, pala, lada, kakao, kopi, hingga mete yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Ini harus kita kawal bersama karena dampaknya besar terhadap ekonomi,” kata Andi Amran Sulaiman.

Program ini diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga tiga juta orang di sektor pertanian dan turunannya.

Baca Juga: Kecelakaan Kereta Bekasi Libatkan Taksi Green SM, Ini Tiga Pernyataan Resmi Korporasi Transportasi Publik Indonesia

Anggaran Rp9,95 Triliun dan Ancaman Sanksi Tegas Bagi Pelanggar

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp9,95 triliun untuk mendukung penyediaan bibit unggul secara gratis kepada masyarakat.

Mentan menegaskan bahwa setiap penyimpangan akan ditindak tegas tanpa kompromi, termasuk pemecatan langsung bagi pelanggar.

“Kalau ada yang menyimpang, saya pecat, bukan mutasi, bukan peringatan,” tegas Andi Amran Sulaiman.

Baca Juga: The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Dampak Besar ke Rupiah, Investasi, dan Kredit Global

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini