THE BOTTOM LINE:
- Potongan aplikator ojol resmi turun jadi 8 persen, pemerintah mulai intervensi melalui kepemilikan saham korporasi platform digital.
- Langkah ini ditujukan meningkatkan pendapatan driver ojol di tengah tekanan biaya operasional dan tuntutan kesejahteraan.
- Status driver dari mitra ke pekerja masih dalam tahap simulasi, keputusan akhir menunggu kajian komprehensif pemerintah
BISNISNEWS.COM - Apakah penurunan potongan aplikator ojol benar-benar akan meningkatkan pendapatan pengemudi secara signifikan di tengah biaya operasional yang terus naik?
Bagaimana langkah pemerintah masuk ke korporasi aplikator bisa mengubah hubungan kerja dan masa depan jutaan driver ojol di Indonesia?
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan penurunan potongan aplikator ojek online (ojol) menjadi 8 persen dalam audiensi bersama serikat buruh saat peringatan May Day, Jumat (1/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, sebagai respons atas tuntutan kesejahteraan pengemudi yang selama ini terbebani potongan hingga 20 persen.
Dasco menegaskan kebijakan ini menjadi langkah awal setelah pemerintah mulai masuk ke dalam struktur kepemilikan korporasi aplikator melalui skema investasi.
Pemerintah Mulai Masuk ke Aplikator dan Ubah Kebijakan Secara Bertahap
Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pemerintah telah mengambil bagian saham di korporasi aplikator sebagai langkah strategis mengatur ekosistem transportasi digital nasional.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus 114 Dolar AS, Dampak Ketegangan Amerika Serikat - Iran Jadi Sorotan Global
Ia menjelaskan keterlibatan pemerintah memungkinkan penyesuaian kebijakan dilakukan bertahap tanpa mengganggu sistem operasional yang sudah berjalan.
“Sebagian aplikator sudah diambil pemerintah sehingga kebijakan akan disesuaikan perlahan karena menyangkut sistem,” ujar Sufmi Dasco Ahmad.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat posisi negara dalam mengatur platform digital yang berdampak langsung pada jutaan pekerja informal.
Baca Juga: Pemerintah Beli Saham Ojol Lewat Danantara, Apa Dampaknya Bagi Driver dan Industri Digital Nasional
Potongan Aplikator Diturunkan dari Dua Puluh Menjadi Delapan Persen
Dasco memastikan kebijakan prioritas pertama adalah menurunkan potongan aplikator dari kisaran 10 hingga 20 persen menjadi hanya 8 persen.
Artikel Terkait
Pemakzulan Wapres Filipina Menguat Setelah DPR Temukan Bukti Awal, Ini Implikasi Politik dan Ekonomi Regional
ESDM Respons Tambang WBN Tutup, Revisi RKAB Jadi Kunci Lanjut Operasi dan Kepatuhan Regulasi
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Dampak Besar ke Rupiah, Investasi, dan Kredit Global
Kecelakaan Kereta Bekasi Libatkan Taksi Green SM, Ini Tiga Pernyataan Resmi Korporasi Transportasi Publik Indonesia
Tiongkok Terapkan Tarif Nol Persen untuk Afrika, Bagaimana Dampaknya Pada Perdagangan Global dan Ekonomi
Mengapa Rupiah Melemah Hingga Rp17000 Saat Data Ekonomi Stabil- Ini Peran Noise dan Sentimen Pasar
IHSG Berfluktuasi Tajam, Apakah Komunikasi Pemerintah Cukup Kuat Menahan Tekanan Sentimen Investor Global
Pemerintah Beli Saham Ojol Lewat Danantara, Apa Dampaknya Bagi Driver dan Industri Digital Nasional
Harga Minyak Dunia Tembus 114 Dolar AS, Dampak Ketegangan Amerika Serikat - Iran Jadi Sorotan Global
Pertamina Bangun 2 Kilang Bensin Baru Target 2030 untuk Kurangi Impor dan Perkuat Ketahanan Energi Nasional