• Kamis, 4 Juni 2026

Pemerintah Turunkan Potongan Ojol Jadi 8 Persen, Apa Dampaknya Bagi Pendapatan Driver di Indonesia

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 09:24 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menyampaikan kebijakan terbaru pemerintah terkait potongan ojol yang turun menjadi 8 persen dalam forum resmi di Kompleks DPR RI Jakarta (Facebook.com @Prof Dr Ir Sufmi Dasco Ahmad SH, MH)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menyampaikan kebijakan terbaru pemerintah terkait potongan ojol yang turun menjadi 8 persen dalam forum resmi di Kompleks DPR RI Jakarta (Facebook.com @Prof Dr Ir Sufmi Dasco Ahmad SH, MH)

 

THE BOTTOM LINE:

  • Potongan aplikator ojol resmi turun jadi 8 persen, pemerintah mulai intervensi melalui kepemilikan saham korporasi platform digital.
  • Langkah ini ditujukan meningkatkan pendapatan driver ojol di tengah tekanan biaya operasional dan tuntutan kesejahteraan.
  • Status driver dari mitra ke pekerja masih dalam tahap simulasi, keputusan akhir menunggu kajian komprehensif pemerintah

BISNISNEWS.COM - Apakah penurunan potongan aplikator ojol benar-benar akan meningkatkan pendapatan pengemudi secara signifikan di tengah biaya operasional yang terus naik?

Bagaimana langkah pemerintah masuk ke korporasi aplikator bisa mengubah hubungan kerja dan masa depan jutaan driver ojol di Indonesia?

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan penurunan potongan aplikator ojek online (ojol) menjadi 8 persen dalam audiensi bersama serikat buruh saat peringatan May Day, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: Pertamina Bangun 2 Kilang Bensin Baru Target 2030 untuk Kurangi Impor dan Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pernyataan itu disampaikan di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, sebagai respons atas tuntutan kesejahteraan pengemudi yang selama ini terbebani potongan hingga 20 persen.

Dasco menegaskan kebijakan ini menjadi langkah awal setelah pemerintah mulai masuk ke dalam struktur kepemilikan korporasi aplikator melalui skema investasi.

Pemerintah Mulai Masuk ke Aplikator dan Ubah Kebijakan Secara Bertahap

Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pemerintah telah mengambil bagian saham di korporasi aplikator sebagai langkah strategis mengatur ekosistem transportasi digital nasional.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus 114 Dolar AS, Dampak Ketegangan Amerika Serikat - Iran Jadi Sorotan Global

Ia menjelaskan keterlibatan pemerintah memungkinkan penyesuaian kebijakan dilakukan bertahap tanpa mengganggu sistem operasional yang sudah berjalan.

“Sebagian aplikator sudah diambil pemerintah sehingga kebijakan akan disesuaikan perlahan karena menyangkut sistem,” ujar Sufmi Dasco Ahmad.

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat posisi negara dalam mengatur platform digital yang berdampak langsung pada jutaan pekerja informal.

Baca Juga: Pemerintah Beli Saham Ojol Lewat Danantara, Apa Dampaknya Bagi Driver dan Industri Digital Nasional

Potongan Aplikator Diturunkan dari Dua Puluh Menjadi Delapan Persen

Dasco memastikan kebijakan prioritas pertama adalah menurunkan potongan aplikator dari kisaran 10 hingga 20 persen menjadi hanya 8 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini