• Kamis, 4 Juni 2026

Harga Minyak Dunia Tembus 114 Dolar AS, Dampak Ketegangan Amerika Serikat - Iran Jadi Sorotan Global

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 08:07 WIB
Presiden Donald Trump. Kenaikan harga minyak dunia menunjukkan dampak langsung dari ketidakpastian kebijakan AS terhadap Iran.  (Facebook.com @Donald J. Trump)
Presiden Donald Trump. Kenaikan harga minyak dunia menunjukkan dampak langsung dari ketidakpastian kebijakan AS terhadap Iran. (Facebook.com @Donald J. Trump)

THE BOTTOM LINE:

  • Harga minyak dunia menembus 114 Dolar AS per barel akibat tensi AS Iran yang meningkat tajam.
  • Tenggat 60 hari Donald Trump picu ketidakpastian kebijakan energi global dan respons pasar cepat.
  • Risiko inflasi global meningkat seiring lonjakan energi yang berdampak pada biaya produksi dan konsumsi

BISNISNEWS.COM - Apakah lonjakan harga minyak dunia akan kembali menekan ekonomi global dan domestik?

Mampukah tenggat 60 hari yang dihadapi Donald Trump meredakan ketegangan dengan Iran atau justru memicu krisis baru?

Dampak Ketegangan Iran dan AS Dorong Harga Minyak Global

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu lonjakan harga minyak dunia hingga menembus Dolar AS 114 per barel.

Baca Juga: Pemerintah Beli Saham Ojol Lewat Danantara, Apa Dampaknya Bagi Driver dan Industri Digital Nasional

Kenaikan harga ini dipicu oleh tenggat 60 hari yang dihadapi Donald Trump terkait kebijakan terhadap Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Pasar merespons cepat perkembangan tersebut karena Iran merupakan salah satu produsen minyak utama dunia yang berpengaruh terhadap stabilitas suplai global.

Tenggat Kebijakan Energi AS Jadi Sorotan Pelaku Pasar Dunia

Dalam laporan media, disebutkan bahwa ketidakpastian kebijakan energi AS menjadi faktor utama volatilitas harga minyak.

Baca Juga: IHSG Berfluktuasi Tajam, Apakah Komunikasi Pemerintah Cukup Kuat Menahan Tekanan Sentimen Investor Global

Donald Trump disebut tengah menghadapi tekanan untuk menentukan langkah strategis terhadap Iran dalam waktu terbatas sekitar 60 hari.

Keputusan tersebut dinilai krusial karena dapat memicu sanksi baru atau eskalasi konflik yang berdampak langsung pada distribusi minyak global.

Lonjakan Harga Minyak Berpotensi Tekan Inflasi dan Konsumsi

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara termasuk Indonesia yang masih bergantung pada impor energi.

Baca Juga: Mengapa Rupiah Melemah Hingga Rp17000 Saat Data Ekonomi Stabil- Ini Peran Noise dan Sentimen Pasar

Harga energi yang lebih tinggi akan berdampak pada biaya produksi dan distribusi sehingga berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini