THE BOTTOM LINE:
- Harga minyak dunia menembus 114 Dolar AS per barel akibat tensi AS Iran yang meningkat tajam.
- Tenggat 60 hari Donald Trump picu ketidakpastian kebijakan energi global dan respons pasar cepat.
- Risiko inflasi global meningkat seiring lonjakan energi yang berdampak pada biaya produksi dan konsumsi
BISNISNEWS.COM - Apakah lonjakan harga minyak dunia akan kembali menekan ekonomi global dan domestik?
Mampukah tenggat 60 hari yang dihadapi Donald Trump meredakan ketegangan dengan Iran atau justru memicu krisis baru?
Dampak Ketegangan Iran dan AS Dorong Harga Minyak Global
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu lonjakan harga minyak dunia hingga menembus Dolar AS 114 per barel.
Baca Juga: Pemerintah Beli Saham Ojol Lewat Danantara, Apa Dampaknya Bagi Driver dan Industri Digital Nasional
Kenaikan harga ini dipicu oleh tenggat 60 hari yang dihadapi Donald Trump terkait kebijakan terhadap Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Pasar merespons cepat perkembangan tersebut karena Iran merupakan salah satu produsen minyak utama dunia yang berpengaruh terhadap stabilitas suplai global.
Tenggat Kebijakan Energi AS Jadi Sorotan Pelaku Pasar Dunia
Dalam laporan media, disebutkan bahwa ketidakpastian kebijakan energi AS menjadi faktor utama volatilitas harga minyak.
Donald Trump disebut tengah menghadapi tekanan untuk menentukan langkah strategis terhadap Iran dalam waktu terbatas sekitar 60 hari.
Keputusan tersebut dinilai krusial karena dapat memicu sanksi baru atau eskalasi konflik yang berdampak langsung pada distribusi minyak global.
Lonjakan Harga Minyak Berpotensi Tekan Inflasi dan Konsumsi
Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara termasuk Indonesia yang masih bergantung pada impor energi.
Baca Juga: Mengapa Rupiah Melemah Hingga Rp17000 Saat Data Ekonomi Stabil- Ini Peran Noise dan Sentimen Pasar
Harga energi yang lebih tinggi akan berdampak pada biaya produksi dan distribusi sehingga berpotensi menekan daya beli masyarakat.
Artikel Terkait
Pemakzulan Wapres Filipina Menguat Setelah DPR Temukan Bukti Awal, Ini Implikasi Politik dan Ekonomi Regional
Bos JPMorgan Ingatkan Krisis Obligasi Global, Dampaknya Bisa Tekan Ekonomi dan Stabilitas Pasar Internasional
Potensi Negara Keluar dari OPEC Meningkat, Bagaimana Dampaknya terhadap Harga Minyak Dunia dan Ekonomi Global
ESDM Respons Tambang WBN Tutup, Revisi RKAB Jadi Kunci Lanjut Operasi dan Kepatuhan Regulasi
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Dampak Besar ke Rupiah, Investasi, dan Kredit Global
Kecelakaan Kereta Bekasi Libatkan Taksi Green SM, Ini Tiga Pernyataan Resmi Korporasi Transportasi Publik Indonesia
Tiongkok Terapkan Tarif Nol Persen untuk Afrika, Bagaimana Dampaknya Pada Perdagangan Global dan Ekonomi
Mengapa Rupiah Melemah Hingga Rp17000 Saat Data Ekonomi Stabil- Ini Peran Noise dan Sentimen Pasar
IHSG Berfluktuasi Tajam, Apakah Komunikasi Pemerintah Cukup Kuat Menahan Tekanan Sentimen Investor Global
Pemerintah Beli Saham Ojol Lewat Danantara, Apa Dampaknya Bagi Driver dan Industri Digital Nasional