THE BOTTOM LINE:
- Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping menandai babak baru persaingan geopolitik Amerika Serikat dan Tiongkok di tengah perubahan tatanan global.
- Xi kembali menegaskan narasi “Timur bangkit, Barat menurun” yang memicu respons politik tajam dari Donald Trump.
- Isu Taiwan, perdagangan, dan klaim pembelian 200 pesawat Boeing mempertegas tingginya tensi diplomasi kedua kekuatan dunia.
BISNISNEWS.COM - Apakah pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing menandai babak baru rivalitas dua kekuatan terbesar dunia?
Benarkah pernyataan Xi tentang kemunduran Amerika Serikat menjadi sinyal perubahan besar dalam peta geopolitik global?
Trump Balas Sindiran Xi, Rivalitas Amerika Dan Tiongkok Kembali Menghangat
Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing memunculkan kembali narasi persaingan geopolitik global yang semakin terbuka.
Dalam laporan The New York Times, Xi kembali menyinggung istilah “perubahan besar yang belum pernah terlihat dalam satu abad”.
Istilah itu selama ini dipakai Xi untuk menggambarkan memudarnya tatanan dunia pasca-World War II yang lama didominasi Amerika Serikat.
Baca Juga: Prabowo Wajibkan DHE SDA Disimpan di Dalam Negeri, Apa Dampaknya Bagi Stabilitas Rupiah dan Ekonomi
Tema tersebut sebelumnya berulang kali ditegaskan Xi dalam berbagai forum internasional sebagai fondasi narasi kebangkitan Tiongkok.
Dalam pidato penyambutan, Xi menyebut 1,4 miliar rakyat Tiongkok sedang menjalankan modernisasi berbasis peradaban lebih dari 5.000 tahun.
Ia membandingkannya dengan lebih dari 300 juta warga Amerika yang sedang memasuki fase pembangunan baru pada usia ke-250 negaranya.
Baca Juga: Pemerintah Percepat Pengolahan Sampah Nasional Lewat RDF dan PSEL untuk Menjawab Darurat Sampah
Trump Serang Biden dalam Respons Atas Komentar Xi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons pandangan Xi dengan menyalahkan pemerintahan mantan Presiden Joe Biden.
Melalui media sosial, Trump menilai komentar Xi merujuk pada kerusakan besar selama empat tahun pemerintahan Biden.
Artikel Terkait
Pandu Sjahrir Soroti Bursa RI di Era AGI, Mengapa Pasar Modal Indonesia Harus Segera Menulis Narasi Baru
Era AGI Mengubah Arah Investasi Global, Bursa Indonesia Dinilai Perlu Strategi Baru untuk Menarik Investor Asing
KPK Didesak Buka Kelanjutan Pemeriksaan Direktur BNI dalam Kasus Korupsi LPEI Rp11 Triliun, Ada Fakta Baru
Kasus Korupsi LPEI Rp11 Triliun Memanas, CBA Tagih Kepastian KPK Soal Pemeriksaan Direktur BNI Hari Ini
Giant Sea Wall Pantura Jawa Dikaji, Bisakah Proyek Raksasa Ini Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia
Rosan Roeslani Ungkap Kajian Giant Sea Wall Pantura Jawa, Proyek Strategis Pelindung Pesisir Sekaligus Penggerak Investasi
Kritik Kadin Tiongkok Soal Pajak Uji Kepastian Investasi Indonesia Di Tengah Ambisi Besar Hilirisasi Nasional
Kadin Tiongkok Protes Kebijakan Nikel Prabowo, Apa Dampaknya Bagi Hilirisasi dan Kepastian Investasi
Pemerintah Percepat Pengolahan Sampah Nasional Lewat RDF dan PSEL untuk Menjawab Darurat Sampah
Prabowo Wajibkan DHE SDA Disimpan di Dalam Negeri, Apa Dampaknya Bagi Stabilitas Rupiah dan Ekonomi