• Kamis, 4 Juni 2026

Konflik Timur Tengah Picu Harga Energi dan Soroti Ketergantungan Pada Tiongkok dalam Transisi Energi

Photo Author
Budi Purnomo, Bisnisnews.com
- Kamis, 23 April 2026 | 07:14 WIB
Pembangkit listrik tenaga surya mencerminkan pergeseran energi dunia menuju energi terbarukan yang dipimpin Tiongkok.   (Dok. esdm.go.id)
Pembangkit listrik tenaga surya mencerminkan pergeseran energi dunia menuju energi terbarukan yang dipimpin Tiongkok. (Dok. esdm.go.id)

THE BOTTOM LINE:

  • Lonjakan harga energi akibat konflik Iran mempertegas rapuhnya ketergantungan Barat pada energi fosil di tengah tekanan geopolitik global.
  • Percepatan energi terbarukan di Barat justru membuka ketergantungan baru pada Tiongkok sebagai pemasok teknologi utama dunia.
  • Dominasi Tiongkok dalam panel surya global mencapai 80 persen, mengubah peta kekuatan energi bersih secara signifikan

BISNISNEWS.COM - Apakah konflik Timur Tengah kembali mengubah peta energi global yang menentukan arah ekonomi dunia saat ini?

Mengapa percepatan energi terbarukan Barat justru membuka ketergantungan baru pada Tiongkok yang diam-diam menguasai rantai pasok?

Pergeseran Kekuatan Energi Global di Tengah Konflik Timur Tengah

Perang di Timur Tengah kembali memicu lonjakan harga energi global yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan mempertegas peran energi sebagai instrumen geopolitik utama.

Baca Juga: Peter Magyar Tegaskan Hungaria Patuhi ICC, Benjamin Netanyahu Terancam Ditangkap Jika Kunjungi Budapest

Konflik terkait Iran memperlihatkan bagaimana ketergantungan terhadap minyak mentah masih menjadi titik lemah negara-negara Barat dalam menjaga ketahanan energi jangka panjang.

Laporan yang dirujuk Politico menyebutkan bahwa kondisi ini menempatkan Barat pada dilema strategis antara mempertahankan energi fosil atau mempercepat transisi energi bersih.

Paradoks Strategi Barat d7alam Transisi Energi Bersih Global

Negara-negara Eropa dan Amerika Serikat mendorong dekarbonisasi guna mengurangi emisi karbon sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang berisiko geopolitik tinggi.

Baca Juga: Minyakita Jadi Rebutan, Ini Alasan Harga Naik Meski Pemerintah Klaim Stok Nasional Tetap Aman Terkendali

Namun keterbatasan infrastruktur dan teknologi membuat percepatan energi terbarukan belum mampu sepenuhnya menggantikan peran bahan bakar fosil dalam waktu singkat.

Menurut laporan Politico, percepatan ini justru menciptakan ketergantungan baru terhadap Tiongkok sebagai pemasok utama teknologi energi bersih global.

Dominasi Industri Hijau Tiongkok dalam Rantai Pasok Energi Dunia

Tiongkok selama dua dekade terakhir secara konsisten membangun kapasitas industri teknologi hijau melalui investasi besar dalam panel surya dan bahan baku strategis.

Baca Juga: Iran Absen Forum Islamabad Ketegangan dengan AS Dinilai Hambat Upaya Diplomasi Kawasan Timur Tengah

Saat ini, Tiongkok menguasai hampir 80 persen produksi panel surya global, menjadikannya pemain dominan dalam rantai pasok energi terbarukan dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini