THE BOTTOM LINE:
- Indonesia tetap jadi tujuan investasi utama di Asia meski ketidakpastian global meningkat
- Diplomasi ekonomi pemerintah dorong kepercayaan investor dari Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan
- Pemerintah optimistis target investasi besar lima tahun ke depan tetap tercapai
BISNISNEWS.COM - Apakah gejolak geopolitik global benar-benar mengancam arus investasi ke Indonesia saat ini?
Mengapa justru di tengah ketidakpastian dunia, minat investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi dan stabil?
Minat Investor Global Tetap Tinggi Meski Geopolitik Dunia Bergejolak
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyatakan minat investor global terhadap Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan usai melaporkan perkembangan realisasi investasi kuartal I 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Rosan menegaskan bahwa konflik global dan tekanan ekonomi tidak mengurangi ketertarikan investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia.
“Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi,” ujar Rosan.
Kunjungan Kerja Luar Negeri Bukti Ketertarikan Investor Internasional Konsisten
Optimisme tersebut diperkuat dari hasil kunjungan kerja pemerintah ke sejumlah negara mitra strategis seperti Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.
Dalam berbagai forum internasional dan pertemuan terbatas, Indonesia disebut masih menjadi tujuan utama investasi global di kawasan Asia.
Rosan menyampaikan bahwa dalam setiap pertemuan bersama pelaku usaha global, Indonesia konsisten dinilai sebagai destinasi investasi yang menarik.
Baca Juga: Ketimpangan Ekonomi 2026 Menguat Saat Kekayaan 50 Orang Terkaya Setara 55 Juta Penduduk Nasional
Kunjungan tersebut juga dilakukan bersama Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Ketimpangan Ekonomi 2026 Menguat Saat Kekayaan 50 Orang Terkaya Setara 55 Juta Penduduk Nasional
Bantuan Pangan Serap Pasokan Minyakita, Ini Dampaknya Terhadap Harga dan Distribusi di Pasar Tradisional
Hungaria Siap Tangkap Benjamin Netanyahu Jika Masuk Negara, Ini Dampak Besar Kebijakan Baru Peter Magyar
Target Investasi Indonesia Rp13.000 Triliun Dinilai Realistis Didukung Minat Investor Global yang Masih Tinggi