THE BOTTOM LINE:
- Pemerintah melalui Danantara resmi membeli sebagian saham aplikator ojol, menandai langkah strategis masuk ke ekonomi digital nasional berbasis platform.
- Langkah ini membuka peluang intervensi kebijakan tarif ojol dan perlindungan driver yang selama ini menjadi isu utama industri.
- Kepemilikan saham negara berpotensi memperkuat kedaulatan ekonomi digital di tengah dominasi investasi asing pada korporasi teknologi
BISNISNEWS.COM - Apakah langkah pemerintah masuk ke bisnis ojek online akan mengubah peta persaingan industri digital nasional?
Benarkah pembelian saham aplikator oleh Danantara bisa berdampak langsung pada kesejahteraan jutaan driver ojol?
Keputusan pemerintah melalui entitas investasi nasional untuk masuk ke sektor ojek online menandai babak baru dalam arah kebijakan ekonomi digital Indonesia.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan bahwa pemerintah telah membeli sebagian saham aplikator ojol melalui Danantara, membuka diskusi luas tentang peran negara di ekonomi platform.
Langkah ini dinilai bukan sekadar investasi, melainkan strategi memperkuat kendali nasional terhadap sektor digital yang menyangkut hajat hidup jutaan pekerja informal.
Pemerintah Masuk Ekosistem Digital Lewat Danantara dan Saham Ojol Strategis Nasional
Masuknya pemerintah melalui Danantara ke saham aplikator ojol mencerminkan upaya memperluas pengaruh negara dalam ekonomi digital berbasis platform yang berkembang pesat.
Menurut Sufmi Dasco Ahmad, langkah ini sudah dilakukan dengan membeli sebagian saham aplikator ojol, meski tidak dijelaskan secara rinci besaran maupun korporasi yang terlibat.
Baca Juga: Mengapa Rupiah Melemah Hingga Rp17000 Saat Data Ekonomi Stabil- Ini Peran Noise dan Sentimen Pasar
Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari strategi menjaga kepentingan nasional di tengah dominasi investasi asing pada sektor teknologi.
Dampak Kepemilikan Saham Terhadap Tarif Driver dan Ekosistem Ojol Nasional
Kepemilikan saham oleh pemerintah membuka peluang intervensi kebijakan yang lebih kuat terhadap ekosistem ojol, terutama terkait tarif dan kesejahteraan mitra pengemudi.
Sebelumnya, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto juga mendorong penurunan potongan tarif aplikator hingga di bawah 10 persen.
Baca Juga: Mengapa Rupiah Melemah Hingga Rp17000 Saat Data Ekonomi Stabil- Ini Peran Noise dan Sentimen Pasar
Langkah ini menunjukkan arah kebijakan yang berfokus pada perlindungan driver sebagai bagian penting ekonomi digital nasional.
Artikel Terkait
Pemakzulan Wapres Filipina Menguat Setelah DPR Temukan Bukti Awal, Ini Implikasi Politik dan Ekonomi Regional
Bos JPMorgan Ingatkan Krisis Obligasi Global, Dampaknya Bisa Tekan Ekonomi dan Stabilitas Pasar Internasional
Potensi Negara Keluar dari OPEC Meningkat, Bagaimana Dampaknya terhadap Harga Minyak Dunia dan Ekonomi Global
Bos Danantara Ungkap Penutupan 167 BUMN Tanpa PHK, Fokus Efisiensi dan Konsolidasi Korporasi Nasional
ESDM Respons Tambang WBN Tutup, Revisi RKAB Jadi Kunci Lanjut Operasi dan Kepatuhan Regulasi
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Dampak Besar ke Rupiah, Investasi, dan Kredit Global
Kecelakaan Kereta Bekasi Libatkan Taksi Green SM, Ini Tiga Pernyataan Resmi Korporasi Transportasi Publik Indonesia
Tiongkok Terapkan Tarif Nol Persen untuk Afrika, Bagaimana Dampaknya Pada Perdagangan Global dan Ekonomi
Mengapa Rupiah Melemah Hingga Rp17000 Saat Data Ekonomi Stabil- Ini Peran Noise dan Sentimen Pasar
IHSG Berfluktuasi Tajam, Apakah Komunikasi Pemerintah Cukup Kuat Menahan Tekanan Sentimen Investor Global