Strategi Negara Kendalikan Platform Digital di Tengah Dominasi Asing
Masuknya Danantara ke saham aplikator ojol juga dilihat sebagai langkah strategis menghadapi dominasi investor global di sektor teknologi Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, korporasi teknologi besar dengan pendanaan asing mendominasi pasar ride-hailing nasional yang bernilai miliaran Dolar AS.
Dengan kepemilikan saham, pemerintah berpotensi memiliki suara dalam pengambilan keputusan strategis yang berdampak luas pada masyarakat.
Latar Belakang Kebijakan Danantara dalam Investasi Ekonomi Digital Indonesia
Danantara sebelumnya dikenal sebagai entitas yang diproyeksikan untuk mengelola investasi strategis negara, termasuk pada sektor energi, infrastruktur, dan teknologi.
Baca Juga: ESDM Respons Tambang WBN Tutup, Revisi RKAB Jadi Kunci Lanjut Operasi dan Kepatuhan Regulasi
Pemberitaan sebelumnya menyoroti peran Danantara sebagai instrumen pemerintah dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Masuknya ke sektor ojol mempertegas bahwa ekonomi digital kini menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional.****
Artikel Terkait
Pemakzulan Wapres Filipina Menguat Setelah DPR Temukan Bukti Awal, Ini Implikasi Politik dan Ekonomi Regional
Bos JPMorgan Ingatkan Krisis Obligasi Global, Dampaknya Bisa Tekan Ekonomi dan Stabilitas Pasar Internasional
Potensi Negara Keluar dari OPEC Meningkat, Bagaimana Dampaknya terhadap Harga Minyak Dunia dan Ekonomi Global
Bos Danantara Ungkap Penutupan 167 BUMN Tanpa PHK, Fokus Efisiensi dan Konsolidasi Korporasi Nasional
ESDM Respons Tambang WBN Tutup, Revisi RKAB Jadi Kunci Lanjut Operasi dan Kepatuhan Regulasi
The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Dampak Besar ke Rupiah, Investasi, dan Kredit Global
Kecelakaan Kereta Bekasi Libatkan Taksi Green SM, Ini Tiga Pernyataan Resmi Korporasi Transportasi Publik Indonesia
Tiongkok Terapkan Tarif Nol Persen untuk Afrika, Bagaimana Dampaknya Pada Perdagangan Global dan Ekonomi
Mengapa Rupiah Melemah Hingga Rp17000 Saat Data Ekonomi Stabil- Ini Peran Noise dan Sentimen Pasar
IHSG Berfluktuasi Tajam, Apakah Komunikasi Pemerintah Cukup Kuat Menahan Tekanan Sentimen Investor Global