• Kamis, 4 Juni 2026

Komdigi Tegaskan Video Amien Rais Soal Prabowo Hoaks, Picu Kekhawatiran Terhadap Disinformasi Digital

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:20 WIB
Menteri Komdigi Meutya Hafidz  menegaskan video Amien Rais terkait Prabowo merupakan hoaks dan mengandung ujaran kebencian yang berpotensi memecah masyarakat digital Indonesia.  (Dok. Instagram @meutya_hafid)
Menteri Komdigi Meutya Hafidz menegaskan video Amien Rais terkait Prabowo merupakan hoaks dan mengandung ujaran kebencian yang berpotensi memecah masyarakat digital Indonesia. (Dok. Instagram @meutya_hafid)

THE BOTTOM LINE:

  • Video yang menampilkan Amien Rais terkait Prabowo dinyatakan tidak berbasis fakta oleh Komdigi secara resmi.
  • Pemerintah dorong masyarakat cek fakta melalui sumber resmi sebelum mempercayai informasi viral
  • Masyarakat diminta lebih kritis dalam menerima informasi digital yang belum terverifikasi kebenarannya

BISNISNEWS.COM - Apakah benar video yang beredar itu mencerminkan fakta atau justru manipulasi informasi yang menyesatkan publik?

Mengapa isu politik sensitif masih kerap dibungkus narasi provokatif yang sulit diverifikasi masyarakat awam?

Komdigi Tegaskan Video Amien Rais Soal Prabowo Tidak Valid Dan Menyesatkan Publik

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan video yang menampilkan Amien Rais terkait Prabowo Subianto merupakan hoaks dan mengandung ujaran kebencian yang berpotensi memecah masyarakat.

Baca Juga: Pemerintah Turunkan Potongan Ojol Jadi 8 Persen, Apa Dampaknya Bagi Pendapatan Driver di Indonesia

Kementerian Komdigi menyatakan konten tersebut tidak berdasar fakta dan melanggar prinsip penyebaran informasi yang sehat di ruang digital nasional.

Ia menegaskan pemerintah terus memperkuat literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi yang beredar di berbagai platform media sosial secara kritis.

Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyebaran Hoaks Politik di Ruang Digital

Menteri Komdigi Meutya Hafidz menilai penyebaran hoaks politik memiliki dampak serius terhadap stabilitas sosial dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Baca Juga: Pertamina Bangun 2 Kilang Bensin Baru Target 2030 untuk Kurangi Impor dan Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Konten yang mengandung ujaran kebencian dinilai berpotensi memicu konflik horizontal jika tidak segera diluruskan dengan informasi yang benar.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak langsung mempercayai konten viral tanpa verifikasi dari sumber resmi dan kredibel.

Klarifikasi Resmi Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi Publik Digital Nasional

Pihak Komdigi menyebutkan bahwa klarifikasi cepat menjadi langkah penting dalam meredam disinformasi yang berkembang luas di masyarakat.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus 114 Dolar AS, Dampak Ketegangan Amerika Serikat - Iran Jadi Sorotan Global

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini