THE BOTTOM LINE:
- Pemerintah dinilai kalah cepat dalam perang narasi digital karena masih menggunakan pola komunikasi lama berbasis birokrasi formal
- Pergantian komando komunikasi Istana belum menyentuh akar masalah utama yaitu sistem distribusi informasi berbasis algoritma
- Dominasi algoritma membuat opini publik terbentuk lebih cepat dibanding respons resmi pemerintah yang cenderung lambat
BISNISNEWS.COM - Apakah pergantian komando komunikasi Istana benar-benar menyelesaikan masalah atau hanya mengganti wajah lama dengan pola lama?
Mengapa pemerintah masih kalah cepat membentuk opini publik di tengah dominasi algoritma yang bergerak dalam hitungan detik?
Pemerintah Dinilai Tertinggal dalam Perang Narasi Digital Berbasis Algoritma
Pergantian struktur komunikasi di Istana kembali terjadi, namun pola lama dinilai belum berubah dalam menghadapi dinamika opini publik digital yang semakin cepat dan kompleks.
Fenomena ini mengemuka ketika narasi publik sering lebih dahulu terbentuk melalui media sosial sebelum klarifikasi resmi pemerintah dirilis kepada masyarakat luas.
CEO Promedia Group, Agus Sullistriyono, menilai persoalan utama bukan pada figur, melainkan pada sistem komunikasi yang belum beradaptasi dengan ekosistem algoritma digital.
Algoritma Mengubah Cara Publik Mengonsumsi Informasi Secara Cepat Emosional
Dalam lanskap digital saat ini, algoritma menjadi penentu utama distribusi informasi yang berbasis perhatian, kecepatan, serta relevansi emosional terhadap audiens.
Agus Sullistriyono menjelaskan bahwa publik tidak lagi menunggu penjelasan resmi karena sudah terpapar berbagai versi informasi dalam format singkat dan viral.
Kondisi ini membuat pemerintah kerap tertinggal karena masih mengandalkan pendekatan formal dan proses birokratis yang memerlukan waktu lebih panjang.
Ketergantungan Pada Media Besar Dinilai Tidak Lagi Efektif Saat Ini
Selama ini, pemerintah cenderung bertumpu pada segelintir media besar sebagai kanal utama penyampaian informasi kepada publik secara nasional.
Namun, distribusi informasi kini lebih tersebar melalui ribuan media lokal dan komunitas digital yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehari-hari.
Artikel Terkait
Bobibos Belum Penuhi Standar, Kementerian ESDM Wajibkan Uji Teknis Lemigas Sebelum Masuk Pasar Energi
Menkeu Purbaya Tegaskan Penindakan Pajak Diperkuat, 40 Korporasi Dibidik Tim Khusus Independen
Kehadiran Prabowo di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju Jadi Sorotan Publik dan Tokoh Nasional
Reformasi Free Float Indonesia Diakui MSCI, Ini Momentum Baru Masuknya Investasi Asing Besar Ke Pasar Saham
Indonesia Terdampak Perubahan Indeks J.P. Morgan, Saat Arab Saudi Filipina Masuk Pasar Obligasi Global
Indonesia Masuk Negara Tahan Krisis Energi Global 2026, Ini Penjelasan Strategi Ketahanan Energi Pemerintah
Laba Permata Bank Capai Rp920 Miliar Pada Kuartal Pertama 2026, Strategi Korporasi Mampu Jaga Pertumbuhan
Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Akankah Idealisme Aktivis Bertahan dalam Tekanan Politik
Pemerintah Cari Alternatif LPG DME dan CNG untuk Kurangi Impor Energi Nasional Indonesia Secara Bertahap
Ketahanan Pangan Indonesia Tetap Aman Meski Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Perdagangan Global Saat Ini