Menurutnya, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu memahami pengalaman sosial ekonomi yang sedang mereka hadapi sehari-hari.
“Yang tidak ada dalam banyak pidato Bapak Presiden adalah penyebutan apa yang dirasakan rakyat,” kata Gilang Desti Parahita.
Gilang menilai narasi optimisme tanpa empati berpotensi menciptakan jarak antara pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga: IHSG Anjlok Setelah Rencana BUMN Ekspor SDA Muncul, Investor Soroti Risiko Regulasi Baru Nasional
Ia menyebut hasil risetnya di sejumlah wilayah menunjukkan tekanan ekonomi juga dirasakan masyarakat desa dan kelompok termarginalkan.
Kampus Dinilai Penting Menjaga Ruang Kritik dalam Demokrasi Indonesia
Gilang menegaskan kritik dari akademisi dan masyarakat sipil seharusnya dipandang sebagai bagian penting dalam demokrasi.
Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab menjaga nalar kritis serta menghadirkan perspektif alternatif terhadap kebijakan negara.
Ia mengingatkan pemerintah perlu membuka ruang dialog sehat agar narasi publik tidak hanya didominasi negara dan kelompok elite.
“Kalau suara kritis dianggap ancaman, demokrasi justru kehilangan ruang dialognya,” ujar Gilang Desti Parahita.
Sebelumnya, sejumlah ekonom dan lembaga riset juga menyoroti pentingnya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global dan volatilitas nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Prabowo Desak Reformasi Bea Cukai Setelah Sidang KPK Seret Nama Djaka Budi Utama Dalam Dugaan Suap
Dikutip.dari laman resmi Ugm.ac.id, isu daya beli, harga pangan, dan lapangan pekerjaan diperkirakan masih menjadi perhatian utama masyarakat sepanjang 2026.****
Artikel Terkait
Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Sidang Blueray Cargo Buktikan Dugaan Suap Pejabat Kepabeanan Nasional
Airlangga Pastikan Pelaku Usaha Tetap Aman Hadapi Aturan Baru Ekspor Komoditas SDA Strategis Nasional
IHSG Anjlok Setelah Rencana BUMN Ekspor SDA Muncul, Investor Soroti Risiko Regulasi Baru Nasional
Sentralisasi Ekspor SDA dan Pembentukan Danantara DSI Picu Koreksi Tajam IHSG pada Perdagangan Kamis
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Hingga Rp17.700 Per Dolar AS di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Dugaan Peretasan Mobile Banking BCA Ramai Dibahas, Data Nasabah Disebut Dijual di Forum Dark Web Internasional
Viral Dugaan Kebocoran Data Mobile Banking BCA di Dark Web, Isu Peretasan Picu Kekhawatiran Nasabah
IHSG Rebound Ditopang Saham Energi dan Barang Baku Setelah Sempat Menyentuh Level Psikologis Penting
Rupiah Sentuh Rp17.700, BI Tegaskan Kondisi Ekonomi Berbeda dengan Krisis Moneter 1998 Sekarang
POPSI Ingatkan Risiko Monopoli Ekspor Sawit BUMN yang Bisa Tekan Harga TBS Petani Nasional Secara Luas