Pemerintah juga meyakini pertumbuhan ekonomi, konsumsi rumah tangga, dan investasi masih berada dalam jalur yang relatif stabil.
Investor Soroti Rekor Pelemahan Rupiah dalam Beberapa Pekan
Meski pemerintah optimistis, pelemahan rupiah tetap menjadi sorotan karena terjadi dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.812, Ichsanuddin Noorsy Ungkap Sinyal Tekanan Ekonomi Terlihat Pada Sektor Riil
Tekanan terhadap nilai tukar memunculkan pertanyaan mengenai tingkat kepercayaan investor terhadap aset domestik.
Beberapa pekan sebelumnya, rupiah sempat menembus kisaran Rp17.500 hingga mendekati Rp17.800 per Dolar AS.
Purbaya bahkan mengaku kondisi tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi nasional yang menurut pemerintah masih kuat.
"Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya," kata Purbaya.
APBN Disebut Tetap Aman Hadapi Gejolak Nilai Tukar
Selain memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan normal, pemerintah juga menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 masih berada dalam koridor aman.
Purbaya menyatakan asumsi nilai tukar dalam penyusunan APBN telah memperhitungkan kemungkinan tekanan rupiah yang lebih tinggi.
Pemerintah mengklaim berbagai risiko eksternal sudah dimasukkan dalam skenario fiskal sejak awal penyusunan anggaran.
Latar belakang ini penting karena sepanjang 2026 rupiah menghadapi tekanan akibat ketidakpastian geopolitik, arus modal global, serta perubahan sentimen investor terhadap pasar negara berkembang.****
Artikel Terkait
Mengapa Rupiah Terus Melemah Saat Inflasi Terkendali, Ini Penjelasan Ekonom Mengenai Kondisi Ekonomi
BRI Perluas Layanan Money Changer di Bandara dan Perbatasan, Mudahkan Transaksi Valas Masyarakat Indonesia
PSMTI Yogyakarta Punya Ketua Baru, Musprov III Soroti Regenerasi Kepemimpinan dan Arah Organisasi Daerah
Bahlil Cari Pembuat Lagu MBG Viral, Respons Santainya Justru Memicu Perhatian Publik Lebih Luas Nasional
Rupiah Tembus Rp17.812, Ichsanuddin Noorsy Ungkap Sinyal Tekanan Ekonomi Terlihat Pada Sektor Riil
Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, Apa Dampaknya Bagi Masa Depan Whoosh Nasional
Badan Ekspor Baru dan PP 21/2026 Berpotensi Tekan Penjualan Serta Profitabilitas Wilmar Cahaya Indonesia
Kejari Karawang Segel PT BAS Lagi, Temuan BPK Rp1,3 Triliun Dorong Sorotan Baru Terhadap BTN Nasional
Hari Raya Waisak 2026, BRI Peduli Tebar Kepedulian Lewat Sebanyak 1.000 Paket Sembako untuk Umat Buddha
WALHI Desak Audit Lingkungan PT FHT Setelah Dugaan Sedimentasi Muncul di Perairan Teluk Buli Halmahera Timur