• Kamis, 4 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.500, Ini Alasan Bank Indonesia Optimistis Stabilitas Rupiah Masih Tetap Bisa Dijaga

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 13 Mei 2026 | 21:00 WIB
Kurs rupiah menembus level psikologis Rp17.500 per Dolar AS dan memicu perhatian investor domestik maupun asing (Dok. Kreasi Dola AI)
Kurs rupiah menembus level psikologis Rp17.500 per Dolar AS dan memicu perhatian investor domestik maupun asing (Dok. Kreasi Dola AI)

Tekanan eksternal juga datang dari penguatan indeks dolar AS setelah pasar merespons ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat.

Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti dari Bank Indonesia menegaskan bank sentral terus melakukan intervensi terukur di pasar valas.

Baca Juga: Purbaya Ungkap Royalti Minerba Berpotensi Naik, Pengusaha Tambang Tunggu Keputusan Final Pemerintah

Menurut Destry, langkah stabilisasi dilakukan melalui intervensi pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward, dan pembelian surat berharga.

Strategi ini bertujuan menjaga kestabilan nilai tukar tanpa mengganggu likuiditas pasar keuangan nasional.

Mengapa Kepercayaan Investor Menjadi Penentu Arah Kurs

Meski faktor global dominan, pasar tetap mencermati persepsi terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi domestik.

Baca Juga: Dugaan Fraud Telkom Rp5 Triliun Diselidiki Regulator AS, Apa Dampaknya Bagi Saham TLKM dan Investor

Dalam pengalaman sebelumnya, tekanan terhadap rupiah sering kali tidak hanya dipicu faktor eksternal, tetapi juga sentimen terhadap konsistensi kebijakan nasional.

Karena itu, pelemahan kurs kali ini menjadi ujian terhadap kemampuan otoritas menjaga kepercayaan investor.

Background pemberitaan sebelumnya menunjukkan Bank Indonesia beberapa kali berhasil menahan gejolak rupiah melalui intervensi terkoordinasi bersama pemerintah.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Melambat Pada Kuartal II 2026, Bank Mandiri Ungkap Penyebab Utamanya

Cadangan devisa yang memadai dan arus masuk dana asing ke instrumen domestik menjadi penyangga utama stabilitas.

Data tersebut menjadi alasan mengapa pelemahan saat ini dinilai lebih sebagai koreksi pasar ketimbang ancaman krisis fundamental.

APBN Aman Tetapi Risiko Ekonomi Tetap Harus Diwaspadai

Jaminan bahwa APBN aman memberi kepastian penting bagi pelaku usaha dan investor domestik.

Baca Juga: Negosiasi Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz Berlanjut, Tiga Tanker Lolos Diam-Diam Picu Sorotan Jalur Energi Dunia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini