THE BOTTOM LINE:
- Ekonomi Indonesia dinilai solid dengan inflasi rendah, utang terkendali, dan disiplin fiskal kuat di tengah tekanan global.
- Fundamental kuat membuka peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kisaran 5 hingga 6 persen menurut ekonom global
- Stabilitas makro dan kredibilitas kebijakan menjadi kunci utama menjaga kepercayaan investor dan pelaku pasar
BISNISNEWS.COM - Apakah ekonomi Indonesia benar-benar cukup kuat menghadapi badai global yang belum mereda?
Mampukah fondasi makroekonomi saat ini mendorong pertumbuhan hingga 6% di tengah tekanan geopolitik dan pasar keuangan global?
Fondasi Ekonomi Indonesia Dinilai Solid Hadapi Tekanan Global Saat Ini
Ekonom global menilai fondasi ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global yang meningkat akibat tekanan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional.
Baca Juga: Prabowo Subianto Ziarah ke Makam Pendiri BNI Disambut Antusias Warga Banyumas Meski Hujan Turun
Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, menyebut kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke kisaran 5 hingga 6 persen.
Ia menegaskan, hanya negara dengan fundamental kuat yang mampu bertahan dan melaju di tengah situasi global yang tidak normal saat ini.
Indikator Makroekonomi Stabil Jadi Kunci Kepercayaan Investor Global Saat Ini
Shan Saeed menjelaskan bahwa indikator makroekonomi Indonesia relatif terjaga dengan rasio utang terhadap PDB di bawah 40 persen.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Tembus 28.000 Pada 2030, Airlangga Soroti Peluang Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia
Defisit anggaran Indonesia juga tetap terkontrol di bawah 3 persen, sejalan dengan disiplin fiskal yang dijaga pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
Inflasi yang terkendali di bawah 3,5 persen menunjukkan efektivitas kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia dibandingkan sejumlah negara maju dengan inflasi lebih tinggi.
Empat Pilar Utama Dorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berkelanjutan kd Depan
Menurut Shan Saeed, terdapat empat pilar utama yang menopang optimisme terhadap ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Keempat pilar tersebut meliputi stabilitas makroekonomi, konsistensi pertumbuhan, disiplin fiskal, serta kemampuan dalam mengeksekusi kebijakan secara efektif.
Artikel Terkait
Profil Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup Baru, Dari Aktivis Jalanan Menuju Pengambil Kebijakan Strategis
Ketergantungan Impor LPG Tinggi, Pemerintah Kaji DME dan CNG Sebagai Solusi Energi Nasional Masa Depan
Ketahanan Pangan Indonesia Tetap Aman Meski Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Perdagangan Global Saat Ini
Konflik Selat Hormuz Tak Berdampak Signifikan Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman Terjaga
Pemerintah Kalah Cepat dari Algoritma. Pergantian Komunikasi Istana Dinilai Belum Sentuh Akar Masalah Utama
Pergantian Komando Komunikasi Istana Disorot Publik, Pemerintah Masih Gunakan Pola Lama Hadapi Era Algoritma
Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi dan Investigasi Menyeluruh
IHSG Diproyeksi Tembus 28.000 Pada 2030, Airlangga Soroti Peluang Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia
Prabowo Subianto Ziarah ke Makam Pendiri BNI Disambut Antusias Warga Banyumas Meski Hujan Turun
Ekonomi Indonesia Dinilai Solid di Tengah Tekanan Global Mampukah Tumbuh Hingga 6 Persen Tahun Ini