• Kamis, 4 Juni 2026

Ekonomi Indonesia Dinilai Solid di Tengah Tekanan Global Mampukah Tumbuh Hingga 6 Persen Tahun Ini

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Rabu, 29 April 2026 | 09:36 WIB
Ekonom global Shaan Seed menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dengan inflasi rendah dan utang terkendali. (Instasave.com @shaday1973)
Ekonom global Shaan Seed menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dengan inflasi rendah dan utang terkendali. (Instasave.com @shaday1973)

THE BOTTOM LINE:

  • Ekonomi Indonesia dinilai solid dengan inflasi rendah, utang terkendali, dan disiplin fiskal kuat di tengah tekanan global.
  • Fundamental kuat membuka peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kisaran 5 hingga 6 persen menurut ekonom global
  • Stabilitas makro dan kredibilitas kebijakan menjadi kunci utama menjaga kepercayaan investor dan pelaku pasar

BISNISNEWS.COM - Apakah ekonomi Indonesia benar-benar cukup kuat menghadapi badai global yang belum mereda?

Mampukah fondasi makroekonomi saat ini mendorong pertumbuhan hingga 6% di tengah tekanan geopolitik dan pasar keuangan global?

Fondasi Ekonomi Indonesia Dinilai Solid Hadapi Tekanan Global Saat Ini

Ekonom global menilai fondasi ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global yang meningkat akibat tekanan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional.

Baca Juga: Prabowo Subianto Ziarah ke Makam Pendiri BNI Disambut Antusias Warga Banyumas Meski Hujan Turun

Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, menyebut kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke kisaran 5 hingga 6 persen.

Ia menegaskan, hanya negara dengan fundamental kuat yang mampu bertahan dan melaju di tengah situasi global yang tidak normal saat ini.

Indikator Makroekonomi Stabil Jadi Kunci Kepercayaan Investor Global Saat Ini

Shan Saeed menjelaskan bahwa indikator makroekonomi Indonesia relatif terjaga dengan rasio utang terhadap PDB di bawah 40 persen.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Tembus 28.000 Pada 2030, Airlangga Soroti Peluang Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia

Defisit anggaran Indonesia juga tetap terkontrol di bawah 3 persen, sejalan dengan disiplin fiskal yang dijaga pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Inflasi yang terkendali di bawah 3,5 persen menunjukkan efektivitas kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia dibandingkan sejumlah negara maju dengan inflasi lebih tinggi.

Empat Pilar Utama Dorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berkelanjutan kd Depan

Menurut Shan Saeed, terdapat empat pilar utama yang menopang optimisme terhadap ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Baca Juga: Pergantian Komando Komunikasi Istana Disorot Publik, Pemerintah Masih Gunakan Pola Lama Hadapi Era Algoritma

Keempat pilar tersebut meliputi stabilitas makroekonomi, konsistensi pertumbuhan, disiplin fiskal, serta kemampuan dalam mengeksekusi kebijakan secara efektif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini