Pelaku usaha ritel, makanan dan minuman, properti, serta otomotif menghadapi konsumen yang semakin selektif dalam berbelanja.
Latar belakang kondisi ini sejalan dengan sejumlah laporan ekonomi yang menunjukkan perlambatan penjualan pada beberapa sektor meskipun pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga.
Strategi Efisiensi Menjadi Kunci Menjaga Keberlangsungan Bisnis
Berdasarkan pengalaman lebih dari tiga dekade sebagai pengusaha, Agung mendorong pelaku usaha memperkuat efisiensi operasional.
Ia menyarankan digitalisasi proses bisnis, optimalisasi distribusi, pengurangan pemborosan energi, serta pengelolaan persediaan yang lebih efektif.
“Likuiditas menjadi faktor penting dalam periode penuh ketidakpastian,” kata Agung.
Baca Juga: Agung Suryamal Ungkap Strategi Pengusaha Hadapi Pelemahan Rupiah dan Tekanan Ekonomi Global Saat Ini
Menurutnya, pengusaha perlu mempercepat penagihan piutang dan mengendalikan pengeluaran non-prioritas untuk menjaga kesehatan arus kas.
Peluang Ekspor Dinilai Tetap Menarik Bagi Pelaku Usaha
Di tengah tekanan domestik, pelemahan rupiah dinilai dapat membuka peluang baru bagi produk Indonesia di pasar internasional.
Produk ekspor menjadi relatif lebih kompetitif karena harga yang lebih menarik bagi pembeli luar negeri.
Baca Juga: Mengapa Indonesia Belum Menjadi Negara Maju Meski Kaya SDA dan Bonus Demografi yang Sangat Besar
“Pengusaha yang mampu menjaga efisiensi, mengelola risiko, memperkuat arus kas, serta menangkap peluang baru akan memiliki posisi lebih kuat,” tegas Agung.
Ia menambahkan kemampuan beradaptasi menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan korporasi menghadapi siklus ekonomi yang penuh tantangan.****