• Kamis, 4 Juni 2026

Mengapa Indonesia Belum Menjadi Negara Maju Meski Kaya SDA dan Bonus Demografi yang Sangat Besar

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Senin, 1 Juni 2026 | 09:38 WIB
Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom memaparkan pentingnya reformasi institusi, inovasi, dan supremasi hukum sebagai fondasi Indonesia menuju negara maju dan Indonesia Emas 2045. (Dok. Pribadi/ Kreasi Dola AI)
Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom memaparkan pentingnya reformasi institusi, inovasi, dan supremasi hukum sebagai fondasi Indonesia menuju negara maju dan Indonesia Emas 2045. (Dok. Pribadi/ Kreasi Dola AI)

"Sistem yang hanya menguntungkan segelintir elit akan membatasi inovasi dan memperlambat proses kemajuan bangsa," ujarnya.

Inovasi dan Kreativitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Berkelanjutan

Dalam pandangan Yehu Wangsajaya, negara maju umumnya dibangun melalui institusi yang inklusif dan memberikan kesempatan setara kepada seluruh warga negara.

Baca Juga: Kejari Karawang Segel PT BAS Lagi, Temuan BPK Rp1,3 Triliun Dorong Sorotan Baru Terhadap BTN Nasional

Akses terhadap pendidikan berkualitas, permodalan usaha, perlindungan hak milik, serta kemudahan berusaha menjadi faktor penting dalam mendorong inovasi.

Ia menilai birokrasi yang kompleks dan hambatan masuk bagi pelaku usaha baru dapat mengurangi potensi lahirnya teknologi maupun model bisnis yang lebih produktif.

Karena itu, reformasi kelembagaan perlu diarahkan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.

Baca Juga: Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, Apa Dampaknya Bagi Masa Depan Whoosh Nasional

Supremasi Hukum Menjadi Fondasi Indonesia Emas Mendatang

Selain reformasi ekonomi, Yehu Wangsajaya menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.

Kepastian hukum dinilai menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepercayaan publik maupun minat investasi jangka panjang.

Menurutnya, hukum harus berlaku sama bagi seluruh warga negara tanpa membedakan status sosial maupun kekuasaan.

Baca Juga: PSMTI Yogyakarta Punya Ketua Baru, Musprov III Soroti Regenerasi Kepemimpinan dan Arah Organisasi Daerah

"Ketika hukum berlaku sama bagi elit dan rakyat, kepercayaan publik meningkat dan iklim investasi yang sehat akan terbentuk," tegasnya.

Indonesia Maju Memerlukan Pilihan Kebijakan yang Inklusif

Yehu Wangsajaya menyimpulkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju apabila mampu memperkuat institusi yang inklusif.

Transformasi tersebut membutuhkan komitmen politik, reformasi ekonomi, dan supremasi hukum yang berjalan secara konsisten.

Baca Juga: BRI Perluas Layanan Money Changer di Bandara dan Perbatasan, Mudahkan Transaksi Valas Masyarakat Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini