"Sistem yang hanya menguntungkan segelintir elit akan membatasi inovasi dan memperlambat proses kemajuan bangsa," ujarnya.
Inovasi dan Kreativitas Menjadi Mesin Pertumbuhan Berkelanjutan
Dalam pandangan Yehu Wangsajaya, negara maju umumnya dibangun melalui institusi yang inklusif dan memberikan kesempatan setara kepada seluruh warga negara.
Akses terhadap pendidikan berkualitas, permodalan usaha, perlindungan hak milik, serta kemudahan berusaha menjadi faktor penting dalam mendorong inovasi.
Ia menilai birokrasi yang kompleks dan hambatan masuk bagi pelaku usaha baru dapat mengurangi potensi lahirnya teknologi maupun model bisnis yang lebih produktif.
Karena itu, reformasi kelembagaan perlu diarahkan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Supremasi Hukum Menjadi Fondasi Indonesia Emas Mendatang
Selain reformasi ekonomi, Yehu Wangsajaya menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.
Kepastian hukum dinilai menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepercayaan publik maupun minat investasi jangka panjang.
Menurutnya, hukum harus berlaku sama bagi seluruh warga negara tanpa membedakan status sosial maupun kekuasaan.
"Ketika hukum berlaku sama bagi elit dan rakyat, kepercayaan publik meningkat dan iklim investasi yang sehat akan terbentuk," tegasnya.
Indonesia Maju Memerlukan Pilihan Kebijakan yang Inklusif
Yehu Wangsajaya menyimpulkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju apabila mampu memperkuat institusi yang inklusif.
Transformasi tersebut membutuhkan komitmen politik, reformasi ekonomi, dan supremasi hukum yang berjalan secara konsisten.
Artikel Terkait
BRI Perluas Layanan Money Changer di Bandara dan Perbatasan, Mudahkan Transaksi Valas Masyarakat Indonesia
PSMTI Yogyakarta Punya Ketua Baru, Musprov III Soroti Regenerasi Kepemimpinan dan Arah Organisasi Daerah
Bahlil Cari Pembuat Lagu MBG Viral, Respons Santainya Justru Memicu Perhatian Publik Lebih Luas Nasional
Rupiah Tembus Rp17.812, Ichsanuddin Noorsy Ungkap Sinyal Tekanan Ekonomi Terlihat Pada Sektor Riil
Prabowo Tunjuk AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta Bandung, Apa Dampaknya Bagi Masa Depan Whoosh Nasional
Badan Ekspor Baru dan PP 21/2026 Berpotensi Tekan Penjualan Serta Profitabilitas Wilmar Cahaya Indonesia
Kejari Karawang Segel PT BAS Lagi, Temuan BPK Rp1,3 Triliun Dorong Sorotan Baru Terhadap BTN Nasional
Hari Raya Waisak 2026, BRI Peduli Tebar Kepedulian Lewat Sebanyak 1.000 Paket Sembako untuk Umat Buddha
WALHI Desak Audit Lingkungan PT FHT Setelah Dugaan Sedimentasi Muncul di Perairan Teluk Buli Halmahera Timur
Rupiah Mendekati Rp18.000 Per Dolar AS, Mengapa Pemerintah Tetap Optimistis Ekonomi Tetap Kuat Tahun Ini