“Sesudah laporan keuangan, pembayaran dividen kebanyakan terjadi pada bulan-bulan ini, sehingga permintaannya sedang tinggi,” katanya.
Fenomena ini kerap terjadi setiap tahun dan menjadi faktor musiman yang memengaruhi stabilitas kurs rupiah.
Pada penutupan perdagangan Selasa, rupiah tercatat melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.706 per Dolar AS.
Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.668 per Dolar AS.
Data ini menunjukkan tekanan masih berlangsung meski otoritas moneter terus memantau dinamika pasar.
Dalam beberapa pemberitaan sebelumnya, pelemahan kurs juga dikaitkan dengan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter domestik.
Harga Minyak Dunia Menambah Beban Stabilitas Ekonomi Nasional
Kenaikan harga minyak global menjadi faktor eksternal lain yang memperberat tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Harga minyak yang bertahan di atas 100 Dolar AS per barel meningkatkan kekhawatiran terhadap beban subsidi energi nasional.
Airlangga menilai kombinasi lonjakan permintaan Dolar AS dan harga minyak tinggi menjadi tekanan kuat terhadap pasar keuangan domestik.
Kondisi ini juga berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Tekanan serupa pernah terjadi pada periode gejolak energi global yang berdampak pada pelemahan mata uang negara berkembang.
Artikel Terkait
Di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Apa Risiko Fiskal yang Mengancam Daya Tahan Ekonomi Indonesia
Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Daya Beli, Tekanan Dolar AS Kini Terasa Sampai Pasar Tradisional
Mengapa Rupiah Terus Melemah Menuju Rp18.000? Anthony Budiawan Soroti Defisit Transaksi Berjalan
Rupiah Melemah Ke Rp17.600, Mengapa BITetap Optimistis Soal Stabilitas Nilai Tukar Indonesia Tahun Ini
Rupiah Terus Tertekan, Didik J Rachbini Menilai Reformasi Institusi Jadi Kunci Penguatan Nilai Tukar Indonesia
Rupiah Melemah, Didik J Rachbini Ungkap Pelajaran Era Habibie yang Relevan untuk Memulihkan Kepercayaan Pasar
Kenaikan Dolar AS dan Dampaknya ke Desa, Jaya Suprana Ungkap Fakta Ekonomi yang Jarang Disadari Publik
Fahri Hamzah Respons Kritik The Economist, Prabowonomics Jadi Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
ABDI dan PSMTI Cetak Eksekutif Pelindungan Data Pribadi, Siapkah Korporasi Hadapi Tantangan Keamanan Siber
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,37 Juta Ton, Ini Dampaknya Bagi Ketahanan Pangan Hingga Akhir Tahun