Ia menilai kenaikan harga biasanya tidak terjadi seketika karena korporasi masih menggunakan stok lama sebelum melakukan penyesuaian.
Dalam rentang satu hingga beberapa bulan, tekanan biaya itu umumnya diteruskan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang.
“Masyarakat akan mulai merasakan dampaknya dalam bentuk harga kebutuhan pokok meningkat, biaya transportasi naik, hingga harga produk kesehatan ikut terdampak,” katanya.
Kondisi ini mengingatkan pada episode pelemahan rupiah sebelumnya ketika lonjakan kurs mendorong tekanan inflasi nasional.
Beban Fiskal Pemerintah Menghadapi Tantangan yang Kian Berat
Tekanan terhadap rupiah juga memberi konsekuensi langsung terhadap anggaran negara yang sensitif terhadap pergerakan kurs.
Rijadh menyebut subsidi energi sebagai salah satu pos paling rentan akibat tingginya ketergantungan terhadap komponen impor.
Selain subsidi, kewajiban pembayaran utang luar negeri juga membengkak dalam denominasi rupiah meskipun nilai pokok dalam Dolar AS tetap.
“Ketika ruang fiskal terserap untuk subsidi dan utang, fleksibilitas pemerintah membiayai pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial menjadi terbatas,” jelasnya.
Kondisi fiskal yang ketat sebelumnya juga menjadi sorotan dalam berbagai laporan ekonomi nasional terkait keterbatasan ruang belanja produktif.
Situasi tersebut dapat menekan kemampuan pemerintah menjaga daya beli masyarakat jika pelemahan berlangsung berkepanjangan.
Baca Juga: Kasus PT AKT Memanas, Kejagung Tahan Pemilik PT CBU Usai Dugaan Manipulasi Dokumen Ekspor Batu Bara
Strategi Bank Indonesia Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Nasional
Dikutip dari laman resmi Ugm.ac.id, Rijadh menilai Bank Indonesia menghadapi dilema besar antara menjaga stabilitas nilai tukar dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.
Artikel Terkait
Kasus PT AKT Memanas, Kejagung Tahan Pemilik PT CBU Usai Dugaan Manipulasi Dokumen Ekspor Batu Bara
Kontainer Misterius dì Tanjung Mas Disita KPK, Apa Kaitannya dengan Kasus Korupsi Importasi Ditjen Bea Cukai
Prabowo Minta Publik Tetap Tenang Saat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen Jadi Sinyal Ketahanan Nasional Hadapi Tekanan Global
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Pernyataan Prabowo Soal Fundamental Kuat Jadi Sorotan Di Tengah Gejolak Dunia
CBA Soroti Kasus 28 Korporasi Sumatera, Akankah Polri Buka Progres Pengusutan Dugaan Kerusakan Lingkungan
Pencabutan Izin 28 Korporasi Sumatera, CBA Minta Langkah Hukum Polri dalam Dugaan Bencana Ekologis
Krisis Reputasi Ancam Korporasi, Respons Dua Jam Pertama Jadi Penentu Utama Tangani Isu Viral Medsos
Pelemahan Rupiah Bikin Harga di Desa Naik Meski Warga Tak Pernah Bertransaksi Dolar AS Secara Langsung
Harga Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS Setelah Serangan Drone UEA, Apa Dampaknya Bagi Stabilitas Energi
Rupiah Melemah ke Rp17.500 Per Dolar AS, Seberapa Besar Ancaman Kenaikan Harga Bagi Ekonomi Saat Ini