• Kamis, 4 Juni 2026

Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026, Mengapa Efisiensi Jadi Kunci Keberlanjutan Program Unggulan Nasional

Photo Author
Tim Bisnis News, Bisnisnews.com
- Kamis, 21 Mei 2026 | 05:35 WIB
Konferensi pers APBN KiTa mengungkap strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjaga efektivitas program Makan Bergizi Gratis meski anggarannya dipangkas. (Dok. Bisnis24jam.com/ Kreasi Dola AI )
Konferensi pers APBN KiTa mengungkap strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjaga efektivitas program Makan Bergizi Gratis meski anggarannya dipangkas. (Dok. Bisnis24jam.com/ Kreasi Dola AI )

Pemerintah juga disebut tengah menyempurnakan manajemen distribusi agar setiap rupiah belanja publik menghasilkan dampak gizi yang lebih optimal.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Rupiah Rp17.500 Pada 2027, Mampukah Strategi Fiskal Baru Jaga Stabilitas Ekonomi

Lonjakan Belanja Negara Jadi Sorotan Pengelolaan Fiskal

Di tengah evaluasi MBG, belanja negara hingga akhir April mencapai Rp1.082,8 triliun atau 28,2 persen dari target APBN 2026.

Angka tersebut tumbuh 34,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, menandai akselerasi belanja fiskal nasional.

Belanja pemerintah pusat mencapai Rp826 triliun atau tumbuh 51,1 persen secara tahunan.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Rupiah Rp17.500 Pada 2027, Mampukah Strategi Fiskal Baru Jaga Stabilitas Ekonomi

Belanja kementerian dan lembaga terealisasi Rp400,5 triliun, sementara belanja non-kementerian mencapai Rp425,5 triliun.

Purbaya menjelaskan strategi ini dilakukan untuk meratakan penyaluran belanja sepanjang tahun agar stimulus fiskal lebih stabil.

Pendapatan Negara Tumbuh Saat Defisit Tetap Terkendali

Pendapatan negara hingga akhir April tercatat Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen.

Baca Juga: BI Perketat Pembelian Dolar Tanpa Underlying, Apakah Rupiah Menguat Mulai Juli 2026 Setelah Tekanan Global Mereda

Dengan perkembangan itu, defisit APBN tercatat 0,64 persen terhadap produk domestik bruto atau senilai Rp164,4 triliun.

Pemerintah menilai ruang fiskal tetap terjaga meski belanja meningkat agresif pada awal tahun.

Efisiensi MBG menjadi bagian dari strategi menjaga kualitas belanja tanpa menambah tekanan fiskal.

Baca Juga: PSMTI Gandeng HMI Malaysia Group, Akses Layanan Kesehatan Internasional Kini Lebih Mudah dan Terjangkau

Kebijakan ini menjadi indikator bagaimana pemerintah menyeimbangkan program sosial prioritas dengan disiplin pengelolaan APBN 2026.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini