Tekanan eksternal tersebut memperbesar volatilitas pasar keuangan domestik.
Investor global cenderung menarik dana dari pasar berkembang ketika risiko geopolitik meningkat.
Pergerakan itu mempercepat pelemahan kurs meski fundamental ekonomi Indonesia relatif stabil.
Level Rp17.500 Menjadi Titik Psikologis Pasar Nasional
Level Rp17.500 dinilai sebagai batas psikologis penting dalam sejarah perdagangan rupiah.
Posisi ini mendekati zona tekanan yang pernah tercatat pada periode krisis moneter dan pandemi global.
Setiap penembusan level tersebut biasanya memicu kewaspadaan lebih tinggi di pasar.
Latar belakangnya, rupiah sempat tertekan berat saat pandemi 2020 sebelum pulih melalui intervensi moneter agresif.
Tekanan serupa kembali terlihat ketika suku bunga global meningkat sepanjang 2025.
Baca Juga: JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Lebih Kuat Dibanding Amerika Serikat dan Tiongkok
Kini kombinasi geopolitik dan penguatan Dolar AS menciptakan tekanan berlapis.
Fundamental Ekonomi Domestik Masih Menjadi Penyangga Utama
Di tengah tekanan kurs, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 tercatat 5,61 persen.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas konsumsi dan investasi domestik masih terjaga.
Baca Juga: JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi Indonesia Lebih Kuat Dibanding Amerika Serikat dan Tiongkok
Artikel Terkait
Purbaya Ungkap Royalti Minerba Berpotensi Naik, Pengusaha Tambang Tunggu Keputusan Final Pemerintah
Dugaan Fraud Telkom Rp5 Triliun Diselidiki Regulator AS, Apa Dampaknya Bagi Saham TLKM dan Investor
Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Melambat Pada Kuartal II 2026, Bank Mandiri Ungkap Penyebab Utamanya
Negosiasi Dua Kapal Pertamina di Selat Hormuz Berlanjut, Tiga Tanker Lolos Diam-Diam Picu Sorotan Jalur Energi Dunia
Dolar AS Sentuh Rp17.503, Apa Dampaknya Bagi Rupiah dan Seberapa Besar Risiko Gejolak Selat Hormuz
Transformasi TLKM 30 Dorong Kinerja Telkom 2025, Mengapa Return Pemegang Saham Justru Melonjak
Rupiah Tembus Rp17.529, Purbaya Rapat Mendadak di Kemenkeu Siapkan Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar
Rupiah Tembus Rp17.500, Mengapa Pemerintah Tetap Yakin APBN Aman di Tengah Tekanan Dolar AS Global
Tarif Royalti Minerba Masih Dikaji, ini Dampaknya Terhadap Investasi Nikel dan Strategi Hilirisasi Nasional ke Depan
Keyakinan Konsumen Indonesia April 2026 Menguat Saat Tabungan Masyarakat dan Peluang Kerja Sama Sama Naik