agro

Klarifikasi BGN Soal 19.000 Sapi Program Makan Bergizi Gratis dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Harga Pangan

Sabtu, 25 April 2026 | 05:38 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan simulasi kebutuhan sapi dalam program makan bergizi gratis kepada publik. (Dok. BGN)

Dadan menilai kebijakan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan gizi dan stabilitas harga pangan di pasar.

Pembelajaran dari Lonjakan Harga Telur Saat Momentum Nasional Sebelumnya

Dadan mengungkapkan pengalaman saat peringatan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (17/10/2025) yang melibatkan sekitar 36 juta penerima manfaat.

Baca Juga: Hoaks 750 Dapur MBG Seret Nama Uya Kuya, Sayembara Diluncurkan Bantu Polisi Ungkap Pelaku

Saat itu, kebutuhan mencapai 36 juta butir telur atau setara sekitar 2.200 ton dalam satu hari.

Ia menyebut lonjakan permintaan tersebut sempat mendorong kenaikan harga telur hingga Rp3.000 per kilogram di pasar.

Pendekatan Berbasis Potensi Lokal untuk Efektivitas Program Gizi Nasional

BGN kini mengedepankan pemanfaatan bahan pangan lokal guna mendukung keberlanjutan program sekaligus mengurangi tekanan distribusi nasional.

Baca Juga: MNC Group Ajukan Banding Usai Putusan Rp531,5 Miliar dalam Gugatan CMNP Jadi Sorotan Publik Luas

Kebijakan ini juga bertujuan meningkatkan keterlibatan pelaku ekonomi daerah dalam rantai pasok program MBG.

Dadan menegaskan bahwa strategi ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kualitas gizi tetap terpenuhi.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, namun implementasinya tetap memerlukan perhitungan matang agar tidak memicu gejolak ekonomi.

Baca Juga: Putusan PN Jakarta Pusat Kabulkan Gugatan CMNP, Hary Tanoesoedibjo Dihukum Bayar Ganti Rugi 28 Juta Dolar AS

Dengan pendekatan fleksibel dan berbasis data, BGN berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan gizi nasional dan stabilitas pasar pangan.****

Halaman:

Tags

Terkini