Meski demikian, sektor berbasis ekspor masih memperoleh keuntungan karena pendapatannya menggunakan Dolar AS.
Background Information
Dalam beberapa bulan terakhir, pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Juga kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta tekanan geopolitik yang memengaruhi arus modal di berbagai negara berkembang.
Fakhrul menilai ruang penguatan rupiah masih terbuka apabila koordinasi fiskal dan moneter semakin solid serta pasar memperoleh kepastian mengenai arah kebijakan ekonomi nasional dalam jangka menengah.****
Artikel Terkait
BI Rate Naik Tetapi Rupiah Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Soroti Risiko Ekonomi Indonesia
Rupiah Tembus Rp17.795 per Dolar AS, Purbaya Sebut Kondisi Pasar Keuangan Nasional Tidak Masuk Akal
Tambang Emas Ilegal Sumbar Sulit Dihentikan Meski Razia Berulang Terus Dilakukan Aparat Penegak Hukum
Investor Global Incar Korporasi Tambang Jumbo Saat Permintaan Mineral Strategis Dunia Terus Meningkat
Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS Picu Kekhawatiran Kalangan Produktif Mengenai Stabilitas Keuangan a
PP INTI Beri Beasiswa Cathlyn dan Meivy Saat Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Jadi Sorotan Nasional
Kemenkeu Kantongi 10 Korporasi Sawit Diduga Manipulasi Harga Ekspor CPO, Kejagung Mulai Dalami Kasus Besar
Kasus PT Musim Mas Jadi Sorotan, Transparansi Penegakan Hukum Lingkungan Sawit Dipertanyakan Publik
Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit Wilmar dan Musim Mas, Begini Respons Resmi Korporasi
Harga TBS Sawit Turun, Pemerintah Ancam Cabut Izin PKS Nakal Jika Langgar Ketentuan Harga Nasional